PBB: 700 Orang Masih Terperangkap di Kobane  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah warga Suriah Kurdi berjalan sambil membawa barang-barangnya saat akan menyeberang ke Turki dekat perbatasan Kobani, di Suruc, Sanliurfa, 8 Oktober 2014. Ratusan warga mengungsi setelah Negara Islam (IS) menguasai wilayah Kobani. Stringer/Getty Images

    Sejumlah warga Suriah Kurdi berjalan sambil membawa barang-barangnya saat akan menyeberang ke Turki dekat perbatasan Kobani, di Suruc, Sanliurfa, 8 Oktober 2014. Ratusan warga mengungsi setelah Negara Islam (IS) menguasai wilayah Kobani. Stringer/Getty Images

    TEMPO.CO, Kobane - Pertempuran antara pasukan Kurdi dengan militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Kota Kobane, perbatasan Suriah dan Turki, terus berlangsung dalam tiga pekan terakhir. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan bahwa sampai saat ini masih ada ratusan orang yang terperangkap di perbatasan itu. (Baca: AS Dinilai Tidak Reaktif, ISIS Kuasai Kobane)

    Dilansir dari BBC, Sabtu, 10 Oktober 2014, utusan khusus PBB untuk Suriah, Staffan de Mistura, menyatakan sekitar 700 orang masih terperangkap di kota perbatasan itu. Sebagian besar dari mereka adalah orang tua.

    Situasi panas melanda Kobane dalam tiga pekan terakhir. Lebih dari 160 ribu warga Suriah, khususnya dari suku Kurdi, mengungsi melintasi perbatasan sejak ISIS melancarkan serangan.

    Pekan ini ISIS telah berhasil menguasai sekitar 30-40 wilayah di Kobane. Kelompok militan pimpinan Abu Bakar al-Baghdadi ini juga telah menguasai Mistenur, sebuah bukit strategis di ketinggian kota. Bendera hitam ISIS juga tampak berkibar di atas sebuah bangunan di tepi timur Kobane. (Baca: ISIS Kuasai Sepertiga Wilayah Kobane)

    ANINGTIAS JATMIKA | BBC

    Terpopuler

    Bercanda Terkena Ebola, Pria Ini Diusir dari Pesawat
    Hilang 17 Hari di Hutan, Wanita Australia Selamat
    Malala Yousafzai Raih Nobel Perdamaian


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.