Novelis Prancis Modiano Raih Nobel Sastra  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Novelis Perancis Patrick Modiano tersenyum saat konferensi pers di rumah penerbitannya, Paris, 9 Oktober 2014. Modiano, yang telah melakukan studi seumur hidup pendudukan Nazi dan dampaknya pada negaranya, memenangkan  Nobel literatur 2014 untuk prosa

    Novelis Perancis Patrick Modiano tersenyum saat konferensi pers di rumah penerbitannya, Paris, 9 Oktober 2014. Modiano, yang telah melakukan studi seumur hidup pendudukan Nazi dan dampaknya pada negaranya, memenangkan Nobel literatur 2014 untuk prosa "jernih dan resonansi". (AP/Christophe Ena)

    TEMPO.CO, Stockholm - Novelis Prancis, Patrick Modiano, memenangi hadiah Nobel 2014 untuk bidang sastra, kemarin. Meski tak terlalu terkenal di luar Prancis, Modiano dikenal sebagai penulis novel, buku cerita anak-anak, dan naskah film.

    Beberapa karya Modiano, dari sekitar 30 karyanya, termasuk The Trace of Malice dan Honeymoon. Karya terbarunya adalah novel Pour que tu ne te perdes pas dans le quartier. "Dia tidak diragukan lagi, salah satu penulis terbesar dalam beberapa tahun terakhir, dari awal abad ke-21," puji Perdana Menteri Prancis Manuel Valls.

    Modiano lahir di pinggiran Paris Boulogne-Billancourt pada Juli 1945, beberapa bulan setelah pendudukan Nazi resmi berakhir pada akhir 1944. Dia adalah anak didik novelis Raymond Queneau, yang terkenal atas eksperimennya dengan bahasa.

    Nama Modiano mencuat pada akhir 1970-an, tapi kemudian menarik diri dari publisitas. Ia ikut menulis naskah kontroversial bersama Louis Malle tentang film Lacombe Lucien pada 1974. Film ini menceritakan seorang remaja yang hidup di bawah pendudukan, ditolak oleh pejuang Prancis, dan jatuh dengan kolaborator pro-Nazi.

    "Salah satu yang unik dari dirinya adalah gaya yang sangat tepat, sangat ekonomis. Dia menulis dengan kalimat sangat elegan," kata Peter Englund, sekretaris tetap Akademi Nobel Swedia, kemarin.

    Modiano mengalahkan kandidat lain, yakni penulis Kenya, Ngugi wa Thiong'o; sastrawan Jepang, Haruki Murakami; jurnalis investigasi Belarus, Svetlana Alexievich; dan penyair Suriah, Adonis. Modiano menjadi orang Prancis kesebelas yang memenangi hadiah Nobel sastra. Yang terakhir adalah Jean-Marie Gustave Le Clezio pada 2008.

    REUTERS | RAJU FEBRIAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.