WNI Korban Pembunuhan di Australia Diduga Transgender

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mayang Prasetyo. Facebook.com

    Mayang Prasetyo. Facebook.com

    TEMPO.CO, Jakarta - WNI korban pembunuhan oleh kekasihnya di Brisbane, Australia, diduga adalah transgender. Sejumlah media di Australia menyebutkan bahwa Mayang Prasetyo, 24 tahun adalah perempuan transgender. Seperti dikutip dari kantor berita Brisbanetimes.com.au, Mayang sebelumnya bekerja di klub kabaret yang anggotanya adalah transgender, Le Femme Garcon, di Melbourne, Australia.

    Mayang tewas dibunuh oleh kekasihnya, Marcus Peter Volke, 28 tahun, yang merupakan warga Australia. Keduanya bertemu di tempat kerja, di sebuah kapal pesiar. (Baca: WNI Jadi Korban Mutilasi Pacarnya di Australia)

    Mengutip laporan harian The Courier Mail, Senin, 6 Oktober 2014, jasad korban ditemukan polisi pada Sabtu, 4 Oktober 2014. Penemuan ini didasari pada laporan warga yang mengeluhkan bau busuk dari apartemen yang ditempati Volke.

    Bau busuk ini sudah tercium sejak Kamis. Semula, warga menduga bau ini berasal dari saluran pembuangan air. Namun bau itu semakin menyengat. Hingga akhirnya pada Sabtu, tetangga Volke melaporkan ke pihak berwenang.

    Saat didatangi polisi, Volke panik dan langsung kabur dari jendela. Dari tempat ini, polisi berhasil menemukan potongan tubuh korban di dalam sebuah panci yang tergeletak di atas kompor. Potongan tubuh lainnya ditemukan di lantai dasar apartemen.

    Volke ditemukan meninggal beberapa ratus meter dari lokasi apartemennya dengan luka sayatan di bagian leher. Diduga, ia bunuh diri.

    AUSTRALIAN.COM.AU | COURRIER MAIL | DEWI RINA | ANINGTIAS JATMIKA

    Berita Terpopuler
    Unjuk Rasa Berakhir Ricuh, FPI Salahkan Ahok
    Koalisi Prabowo Diklaim Dukung Perpu Pilkada
    SBY Ungkap Gagalnya Pertemuan dengan Mega
    Eva: Curhat SBY Hanya Cari Kambing Hitam
    Jadi Mualaf, Wanita Bertato Dilamar Pendukung ISIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.