Benarkah Makan Sashimi Berbahaya?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hide Yamamoto Tuna Sashimi di restoran Hide Yamamoto, Lotte Ambassador, Kuningan, Jakarta (20/5). TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Hide Yamamoto Tuna Sashimi di restoran Hide Yamamoto, Lotte Ambassador, Kuningan, Jakarta (20/5). TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta - Media internasional dihebohkan dengan berita tentang tubuh seorang pria yang dikerubungi cacing pita karena keseringan makan sashimi, makanan khas Jepang berupa irisan ikan salmon mentah. Kejadian ini membuat penggemar sashimi menjadi ragu dan khawatir akan kesehatan makanan itu. (Baca: Gara-gara Sashimi, Pria Ini Digerogoti Cacing Pita)

    "Parasit pada ikan mentah seperti salmon dapat berkembang menjadi cacing jika tidak disimpan dengan suhu yang benar. Dibanding ikan lainnya, salmon memiliki peluang lebih besar mengalami pertumbuhan larva atau cacing di dalam tubuhnya setelah diangkat dari laut," kata Keith Schneider, seorang ahli mikrobiologi dari University of Florida, seperti dikutip dari Livescience.

    Nelayan Jepang biasanya menggunakan es untuk menjaga kesegaran salmon. Proses pembekuan itu membutuhkan suhu hingga -20 derajat Celsius. Namun tidak diketahui pasti berapa lama efek pembekuan ini dapat menjamin kesegaran salmon.

    Sebenarnya sashimi tidak akan berbahaya jika kita tahu cara mengkonsumsinya. Salah satu hal yang tidak boleh dilupakan adalah kehadiran wasabi, pasta hijau dengan rasa yang menyengat di hidung. (Baca: Wasabi untuk Mengatasi Jerawat pada Wajah)

    Mengutip dari Wasabi.org, wasabi mengandung isotiosiant yang bersifat antimikroba. Isotiosiant dapat menghambat pertumbuhan bakteri yang terdapat pada sashimi, termasuk membunuh pertumbuhan mikroba kecil seperti cacing pita. Namun yang terpenting adalah memastikan bahwa sashimi yang Anda makan berasal dari ikan salmon segar.

    RINDU P. HESTYA | WASABI.ORG |LIVESCIENCE

    Berita Lain:
    Demi Anak, Pria Ini Rela Kehilangan Gaji Rp 99,2 M 
    Ini Sosok Cantik di Balik Serangan Melawan ISIS
    3 Ribu Warga Eropa Bergabung dengan ISIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?