Inggris Mulai Luncurkan Misi Militer Hadapi ISIS  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • David Haines, warga Inggris yang diancam akan menjadi korban berikutnya oleh militan ISIS dalam rekaman video 2 September 2014.  REUTERS/Islamic State via Reuters TV

    David Haines, warga Inggris yang diancam akan menjadi korban berikutnya oleh militan ISIS dalam rekaman video 2 September 2014. REUTERS/Islamic State via Reuters TV

    TEMPO.CO, London - Setelah warga negaranya disandera militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), yang kini menyebut diri sebagai Daulah Islamiyah, misi Inggris di Irak menjadi berubah. Semula, Inggris bertekad hanya akan melancarkan misi kemanusiaan. Namun, kini Inggris akan menghibahkan senjata untuk menumpas ISIS. (Baca: ISIS Kini Sandera Warga Inggris)

    Mengutip laporan BBC hari ini, Kementerian Pertahanan Inggris menyatakan pihaknya akan menghibahkan senjata mesin berat dan amunisi kepada pemerintah Irak untuk membantu memberangus ISIS. (Baca: Inggris Puji Langkah AS Gempur Basis ISIS)

    Menteri Pertahanan Michael Fallon mengatakan hibah itu diberikan atas permintaan pemerintah Irak, termasuk pemerintah regional Kurdi. Permintaan ini disambut baik Inggris yang memang bertekad membantu pemerintah Irak dan pasukan Kurdi untuk bisa membela diri menghadapi ISIS.

    Persenjataan yang diperkirakan tiba di Irak pada hari ini memiliki nilai sekitar £ 1,6 juta (atau lebih dari Rp 300 miliar) dengan ongkos pengiriman sekitar £ 475 ribu.

    Terorisme kini menjadi fokus perhatian pemerintah Inggris setelah sejumlah warganya dilaporkan terbang ke Irak dan Suriah membantu militan ISIS. Tak hanya itu, seorang warga Inggris, David Haines, kini menjadi sandera Inggris dan terancam mengalami nasib seperti wartawan AS James Folley dan Steven Sotloff yang dipenggal militan ISIS. (Baca: Inggris Tangkap 12 Orang Terkait Algojo ISIS)

    ANINGTIAS JATMIKA | BBC

    Terpopuler

    Liga Arab Sepakat Gempur ISIS Bersama
    Milisi Wanita ISIS Bentuk Brigade Al-Khansaa
    Inggris Tangkap 12 Orang Terkait Algojo ISIS



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.