Korban Tanah Longsor di Hiroshima Capai 36 Orang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tanah longsor akibat hujan deras yang dipicu Topan Neoguri, di Nagiso, Nagano, Jepang, 10 Juli 2014 . Badan Meteorologi Jepang mengeluarkan peringatan bahwa topan kali ini adalah yang terbesar pada bulan Juli. (The Asahi Shimbun/Getty Images)

    Tanah longsor akibat hujan deras yang dipicu Topan Neoguri, di Nagiso, Nagano, Jepang, 10 Juli 2014 . Badan Meteorologi Jepang mengeluarkan peringatan bahwa topan kali ini adalah yang terbesar pada bulan Juli. (The Asahi Shimbun/Getty Images)

    TEMPO.CO, Hiroshima - Bencana tanah longsor yang terjadi di pinggiran Kota Hiroshima, Jepang, telah menelan banyak korban jiwa. Menurut catatan Badan Penanggulangan Kebakaran dan Bencana, setidaknya 36 orang tewas dan 15 lainnya terluka. Dua di antaranya mengalami luka serius. (Baca: Tanah Longsor di Hiroshima, 18 Tewas)

    "Tanah longsor terjadi di beberapa lokasi dengan cepat. Tim evakuasi baru tiba satu jam setelah kejadian pertama. Kami terlambat," ujar Kenzo Kanayama, Kepala Manajemen Bencana Hiroshima, seperti dilaporkan The Guardian, Rabu, 20 Agustus 2014.

    Menurut laporan dari NHK, tim penyelamat masih melakukan upaya penyelamatan dan pencarian. Mereka menggunakan helikopter dan tali untuk menarik korban dari reruntuhan. Tim penyelamat juga masuk ke jendela rumah-rumah yang hancur untuk mencari korban lainnya.

    Tanah longsor terjadi dari lereng bukit hingga ke wilayah permukiman. Setidaknya lima lembah di pinggiran kota longsor setelah hujan lebat menghantam daerah itu selama berjam-jam sejak Rabu pagi.

    Dengan terjadinya bencana ini, Perdana Menteri Shinzo Abe mempercepat masa liburan musim panasnya untuk segera kembali ke Tokyo. Dia menyatakan pemerintah akan segera mengerahkan ratusan personel militer guna membantu upaya penyelamatan.

    RINDU P. HESTYA | THE GUARDIAN

    Berita Lain:
    ISIS Rilis Video Pemenggalan Wartawan AS
    Eksekusi Foley, ISIS Juga Tahan Wartawan AS Steven
    Arab: ISIS Musuh Nomor Satu Umat Islam


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.