Bentrok Tentara Vs Separatis, Napi Ukraina Kabur  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tentara pemerintah Ukraina memeriksa kembali senjata yang diambil dari pemberontak Pro Rusia di kota Slovyansk, Donetsk, Ukraina timur (5/7). Pada hari Sabtu, tentara Ukraina sepenuhnya mengendalikan markas pemberontak di Slovyansk yang menjadi pusat pertempuran antara tentara Ukraina dan pemberontak Pro Rusia. AP/Dmitry Lovetsky

    Tentara pemerintah Ukraina memeriksa kembali senjata yang diambil dari pemberontak Pro Rusia di kota Slovyansk, Donetsk, Ukraina timur (5/7). Pada hari Sabtu, tentara Ukraina sepenuhnya mengendalikan markas pemberontak di Slovyansk yang menjadi pusat pertempuran antara tentara Ukraina dan pemberontak Pro Rusia. AP/Dmitry Lovetsky

    TEMPO.CO, Donetsk – Puluhan narapidana yang panik akhirnya melarikan diri ketika tembakan menghujani penjara keamanan tinggi di Ukraina timur selama pertempuran sengit antara pasukan pemerintah dan pemberontak pro-Rusia pada Senin, 11 Agustus 2014.

    Menurut laporan AFP yang dikutip New Straits Times, pertempuran selama 24 jam sejak Ahad kemarin ini pecah ketika pasukan Ukraina mencoba merebut kembali benteng utama di wilayah Donetsk dan Lugansk.

    Pertempuran tersebut menewaskan enam tentara Ukraina. Artinya, selama empat bulan terakhir sudah 568 tentara Ukraina tewas dalam pertempuran ini. (Baca: Jet Tempur Ukraina Ditembak Jatuh di Donetsk)

    “Sekitar 106 narapidana melarikan diri karena panik,” demikian pernyataan pihak berwenang penjara.

    Sementara itu, seorang narapidana tewas dan lima lainnya luka-luka. Dua petugas penjara juga mengalami luka. Namun, pada Senin pagi, 34 tahanan telah dikembalikan ke penjara.

    Seorang koresponden AFP di tempat kejadian melihat sekelompok orang bersenjata berada di gerbang penjara terbuka dan pemberontak juga berpatroli di daerah tersebut. Juru bicara pemberontak menuturkan mereka datang untuk mengamankan lokasi karena khawatir tahanan yang lolos mencoba merebut senjata.

    Beberapa kota yang dikuasai pemberontak di wilayah tersebut telah memperingatkan datangnya bencana kemanusiaan, karena kota-kota itu kini tidak mendapat pasokan listrik atau air. Persediaan makanan juga semakin menipis. (Baca: Barat Kecam Konvoi Bantuan Kemanusiaan Rusia)

    ANINGTIAS JATMIKA | NEW STRAITS TIMES

    Berita Lain

    PBB Akan Selidiki Kejahatan Perang Israel di Gaza
    Pastor Asal Spanyol Meninggal karena Ebola 
    Barat Kecam Konvoi Bantuan Kemanusiaan Rusia


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.