ISIS Kuasai Pangkalan Militer Utama Suriah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bangunan Masjid Nabi Yunus rata dengan dengan usai dibom oleh militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Mosul, Irak, 24 Juli 2014. REUTERS

    Bangunan Masjid Nabi Yunus rata dengan dengan usai dibom oleh militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Mosul, Irak, 24 Juli 2014. REUTERS

    TEMPO.CO, Damaskus - Kelompok jihadis Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) berhasil menguasai pangkalan militer utama Suriah, Brigade 93, di Provinsi Raqa pada Kamis, 7 Agustus 2014.

    "ISIS menguasai Brigade 93 setelah melakukan peperangan dan serangan bunuh diri," kata Direktur Syrian Observatory for Human Rights Rami Abdel Rahman, Jumat, 8 Agustus 2014.

    Pemerintah Suriah pada Juli 2014 lalu telah menarik sebagian pasukannya yang ditugaskan di Brigade 93 setelah ISIS menguasai Divisi 17. Divisi ini merupakan pangkalan militer lainnya di Provinsi Raqa, tempat sedikitnya 85 pasukan Suriah tewas dibunuh dalam pertempuran atau dieksekusi oleh militan ISIS.

    Observatory menjelaskan, dalam serangan terhadap Brigade 93 itu, "Sebanyak 36 tentara tewas. Beberapa di antara mereka dipenggal kepalanya, sementara korban lain tewas dalam pertempuran atau korban bom bunuh diri."

    Dalam peperangan tersebut, sedikitnya 15 kaum jihadis tewas. Termasuk tiga pelaku bom bunuh diri yang meledakkan dirinya di pintu gerbang Brigade 93 saat memulai serangan pada Rabu, 6 Agustus 2014.

    "Presiden Assad berjanji akan merebut kembali Raqa. Dia tidak hanya gagal melakukannya, Assad juga telah kehilangan beberapa pangkalan militernya," kata Rahman.

    AL ARABIYA | CHOIRUL

    Terpopuler:
    Begini Celah Penipuan dalam Arisan MMM 
    Bursa Ketua Umum Golkar, Ini Petanya 
    Roro Jonggrang Masih Jadi Topik Hangat Twitter 
    Pria Ini Mengaku Presiden ISIS Regional Indonesia 
    Kenapa Solo Disebut Basis Gerakan ISIS?  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berbagai Cara dalam Menekan Pelanggaran Batasan Bawaan Penumpang

    Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terus berupaya menekan pelanggaran batasan bawaan penumpang dari luar negeri di pintu masuk bandara.