Rusia Hentikan Impor Produk Pertanian dari AS  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Rusia Vladimir Putin. AP/Yuri Kochetkov

    Presiden Rusia Vladimir Putin. AP/Yuri Kochetkov

    TEMPO.COMoskow - Presiden Rusia Vladimir Putin pada Rabu membalas sanksi Barat terhadap negaranya terkait krisis Ukraina. Ia mengeluarkan regulasi perdagangan baru yang akan mencakup larangan impor semua produk pertanian dari Amerika Serikat.

    Menurut rencana, daftar lengkap dari produk yang akan dilarang atau dibatasi sampai satu tahun ke depan akan diterbitkan hari ini. Namun, kantor berita RIA Novosti, mengutip Alexei Alexeenko dari Departemen Pengawasan Ternak dan Pangan Rusia, menyatakan, "Semua produk yang diproduksi di AS dan dibawa masuk ke Rusia akan dilarang."

    Alexeenko juga menyatakan bahwa pemerintah tengah mempertimbangkan untuk melarang buah-buahan dan sayuran dari negara-negara Uni Eropa.

    Langkah ini mengikuti putaran terakhir sanksi terhadap Rusia yang dikenakan oleh Uni Eropa pekan lalu, yang untuk pertama kalinya menyasar seluruh sektor ekonomi Rusia. AS dan Uni Eropa menuduh Rusia, yang mencaplok Semenanjung Krimea di Ukraina Maret lalu, mengobarkan ketegangan di timur Ukraina. Negara ini juga dituding memasok senjata dan keahlian bagi kelompok pro-pemberontakan.

    Juru bicara Gedung Putih, Laura Lucas Magnuson, mengecam langkah itu, yang disebutnya akan memperdalam isolasi internasional atas Rusia. Ia menyebut hal ini justru akan memperburuk ekonomi Rusia.

    Rusia sangat tergantung pada bahan makanan impor--sebagian besar dari Barat-- terutama untuk kota-kota terbesar dan paling makmur seperti Moskow. Impor produk pertanian dari AS mencapai hingga US$ 1,3 miliar tahun lalu dan US$ 15,8 miliar dari Uni Eropa.

    Rusia pekan lalu melarang impor apel dan beberapa buah-buahan lainnya dari Polandia terkait apa yang mereka sebut masalah sanitasi. Namun, sejumlah kalangan menyatakan langkah itu sebagai pembalasan atas dukungan Polandia bagi Ukraina.

    Seiring meningkatnya ketegangan di Ukraina, koran berpengaruh Rusia pekan ini mengutip sumber tanpa nama yang mengatakan Rusia sedang mempertimbangkan menutup wilayah udaranya untuk operator Eropa ke Asia. Laporan ini membuat saham beberapa maskapai penerbangan melemah tajam.

    Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov pada hari Rabu mengatakan ia tidak akan mengomentari "rumor" penutupan wilayah udara. Namun, ia mengatakan "mitra Barat harus berpikir tentang perusahaan mereka dan warga negara mereka."

    AP | INDAH P


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.