Australia Bantah Ada Penembakan di Lokasi MH17  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemberontak bersenjata pro-Rusia berjaga di depan gerbong kereta berpendingin yang menyimpan 196 jenazah penumpang pesawat Malaysian Airlines MH17 di Torez, Ukraina, 20 Juli 2014. Gerbong ini berlokasi 15 km dari lokasi jatuhnya MH17. AP/Vadim Ghirda

    Pemberontak bersenjata pro-Rusia berjaga di depan gerbong kereta berpendingin yang menyimpan 196 jenazah penumpang pesawat Malaysian Airlines MH17 di Torez, Ukraina, 20 Juli 2014. Gerbong ini berlokasi 15 km dari lokasi jatuhnya MH17. AP/Vadim Ghirda

    TEMPO.CODonetsk – Kepala misi pencarian korban MH17, mantan Panglima Angkatan Udara Australia Angus Houston, telah membantah laporan media yang menyatakan bahwa telah terjadi penembakan di dekat lokasi pencarian MH17 pada Ahad malam, 3 Agustus 2014.

    Mengutip ABC Net hari ini, laporan media sebelumnya menyebutkan penembakan telah terjadi di suatu daerah tak jauh dari lokasi kecelakaan. Namun, Houston menyatakan tembakan itu dilancarkan dari jarak lima kilometer dan tidak membahayakan para penyelidik. (baca: Ke Lokasi Mh17, Tim Investigasi Dilarang Bersenjata)

    Pertempuran antara separatis pro-Rusia dan militer Ukraina memang meningkat sejak jatuhnya pesawat Malaysia, MH17, di wilayah yang dikuasai pemberontak pada 17 Juli 2014 lalu. Masing-masing pihak saling menyalahkan atas kematian 298 awak dan penumpang yang hendak menuju Kuala Lumpur dari Amsterdam itu.

    Pada 27 Juli kemarin, tim ahli Belanda sempat membatalkan rencana perjalanannya ke lokasi jatuhnya pesawat MH17. Penyebabnya, pertempuran sengit antara milisi pro-Rusia dan pasukan Ukraina berlangsung di lokasi jatuhnya MH17. Situasi keamanan menuju lokasi dan di lokasi itu sendiri tidak memungkinkan untuk didatangi dan dikhawatirkan membahayakan tim ahli. (Baca: Pecah Pertempuran, Investigator Batal ke Area MH17)

    ANINGTIAS JATMIKA | ABC NET

    Terpopuler

    Pendukung ISIS Menyebar di Negara ASEAN
    Gempa Cina Tewaskan 367 Jiwa
    Sierra Leone Terapkan Status Darurat Ebola


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.