Korban MH17 Ini Berjiwa Sosial Tinggi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang anggota keluarga menangis ketika menerima kabar pesawat Malaysia Airlines terjatuh, di telepon, Jumat 18 Juli 2014, di Kuala Lumpur, Malaysia. Pesawat MH17 dengan rute penerbangan Amsterdam ke Kuala Lumpur ditembak jatuh di Ukraina. Rahman Roslan/Getty Images

    Seorang anggota keluarga menangis ketika menerima kabar pesawat Malaysia Airlines terjatuh, di telepon, Jumat 18 Juli 2014, di Kuala Lumpur, Malaysia. Pesawat MH17 dengan rute penerbangan Amsterdam ke Kuala Lumpur ditembak jatuh di Ukraina. Rahman Roslan/Getty Images

    TEMPO.CO , Jakarta- Ketut Wiartini, salah satu korban pesawat Malaysia Airlines MH17 rute Amsterdam-Kuala Lumpur yang ditembak jatuh di Ukraina, dikenal sebagai orang yang sangat ramah dan bersahabat. Hal tersebut diungkapkan oleh Negah Sumerta, seorang pria asal Bali yang mengaku cukup kenal dekat dengan Wiartini meski belum pernah bertemu langsung. “Kami bukan saudara, dia orang Bali, rumahnya dekat dengan salah satu sekolah asrama di sini, ada murid sekolah ini yang mendapat beasiswa di Belanda,” kata Nengah saat dihubungi Tempo, Jumat, 18 Juli 2014.

    Nengah menjalin komunikasi dengan Wiartini untuk membicarakan perkembangan pendidikan anak kurang mampu di sekolah tersebut. Berdasarkan penuturan Nengah, Wiartini sangat membantu sekolah di Bali dengan mencarikan jaringan untuk mendapatkan beasiswa bagi para siswa. “Dia bilang tanggal 19 Juli mau ke Indonesia, mau ke Manado tapi mau mampir dulu ke Bali,” ujar Nengah. (Baca: Kakak Dirut Humpuss Jadi Korban Jatuhnya MH17)

    Meski hanya mengenal di media sosial, Nengah mengenal Wiartini sebagai orang yang sangat aktif dan dekat dengan orang-orang yang tidak mampu. Pernah satu waktu, Nengah menulis status di akun Facebooknya, dia menulis soal para tukang yang sedang memasak di lingkungan sekolah. Tak lama Nengah mendapatkan pesan dari Wiartini yang menyuruhnya menghampiri para tukang tersebut untuk ikut makan bersama. Menurut Wiartini, para tukang itu pasti akan senang jika ada orang yang mau makan bersama mereka dan mengajak berbincang sambil minum kopi. “Dia sangat halus dan perasa,” kata Nengah. (Baca: 3 Bayi Jadi Korban MH17, 1 dari Indonesia )

    Nengah mengetahui kabar meninggalnya Wiartini sebagai salah satu korban penembakan pesawat ini saat memastikan jadi tidaknya Wiartini berkunjung ke Bali. “Saya buka akun Facebooknya, kaget ada pesan dalam bahasa Belanda lalu di bawahnya ada tulisan RIP,” ujar dia. (baca:121 Jenazah Korban MH17 Ditemukan )

    Nengah tidak menyangka jika akhirnya ia tidak akan pernah bertatap muka langsung dengan sahabatnya tersebut. “Padahal sudah hampir bertemu, anak-anak di sekolah pun antusias ingin bertemu dia,” kata Nengah dengan nada lirih.

    AISHA SHAIDRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wiranto Ditusuk Seseorang yang Diduga Terpapar Radikalisme ISIS

    Menkopolhukam, Wiranto ditusuk oleh orang tak dikenal yang diduga terpapar paham radikalisme ISIS. Bagaimana latar belakang pelakunya?