Israel: Serangan Selesai Jika Tujuan Kami Tercapai

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. AP/Sebastian Scheiner, Pool

    Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. AP/Sebastian Scheiner, Pool

    TEMPO.CO, Tel Aviv - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersumpah untuk terus menargetkan anggota Hamas dengan serangan udara di Gaza sampai roket kelompok militan yang ditembakkan ke wilayah Israel berhenti. Dalam sebuah konferensi pers, ia menepis pertanyaan tentang kemungkinan upaya gencatan senjata.

    "Semua akan berakhir ketika tujuan kami tercapai. Dan tujuan utama kami adalah mengembalikan kedamaian dan ketenangan," kata Netanyahu.

    Setidaknya 100 warga Palestina telah tewas dalam serangan terbaru Israel atas Gaza. Dewan Keamanan PBB terpecah menyikapi serangan ini, dengan Amerika Serikat mendukung Israel dan mayoritas anggota Dewan lainnya dengan tegas mendukung Palestina.

    Reuters melaporkan sayap militer Hamas mengatakan pada Jumat bahwa mereka akan menembakkan roket ke Bandara Internasional Ben Gurion, Israel, dan memperingatkan maskapai penerbangan untuk menghindarinya. "Sayap bersenjata gerakan Hamas telah memutuskan untuk merespons agresi Israel, dan kami memperingatkan Anda untuk tak melakukan penerbangan ke Bandara Ben-Gurion, yang akan menjadi salah satu target kami saat ini," demikian pernyataan oleh kelompok Islam Izz el-Deen al-Qassam.

    Israel mengintensifkan pengeboman udara atas Gaza yang berpenduduk padat, pada Jumat, dan menyebabkan kepanikan di antara penduduk. Hamas mengatakan militer telah melakukan lebih dari 1.000 serangan terhadap sasaran-sasaran di Gaza, membombardir wilayah rata-rata setiap lima menit. Pada hari Kamis, Hamas mengatakan, militan menembakkan roket ke arah Israel setiap sepuluh menit.

    Juru bicara militer Israel, Letnan Kolonel Peter Lerner, mengatakan pihaknya sedang melakukan yang terbaik untuk mencegah korban sipil. Dia mengatakan pasukan Israel juga menembakkan "amunisi non-ledakan" di atap sebagai peringatan

    Menurut Kementerian Kesehatan Palestina, serangan Israel menyebabkan 670 warga sipil cedera.

    Pertempuran saat ini antara Israel dan Hamas, yang memerintah Gaza, dilakukan setelah penculikan dan pembunuhan tiga remaja Israel di Tepi Barat dan pembunuhan seorang remaja Palestina oleh ekstremis Israel. Israel menyalahkan Hamas, yang dicap sebagai kelompok teroris oleh Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, atas kasus ini dan menangkap ratusan orang Palestina. Menanggapi hal ini, Hamas melancarkan serangan.

    REUTERS | HAARETZ | INDAH P.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?