Kementerian Pariwisata Usut WNA Tiduri Gadis di Bali  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Todd Gisondi. Facebook.com

    Todd Gisondi. Facebook.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar akan menginvestigasi pengakuan Todd Gisondi, warga negara Australia yang mengaku telah meniduri ratusan gadis di Bali. Pernyataan Gisondi ini disiarkan dalam sebuah acara talk show What Really Happens in Bali di Channel Seven, saluran televisi di Australia.

    "Kami akan mengecek kebenaran pengakuan itu bersama polisi dan pemerintah daerah," kata Sapta saat dihubungi, Sabtu, 7 Juni 2014. (Baca: Pria Australia Klaim Tiduri Ratusan Gadis di Bali)

    Todd, yang berasal dari Newcastle, New South Wales, Australia, ini mengaku telah meniduri lebih dari seratus perempuan selama empat bulan tinggal di Pulau Dewata itu. Menurut Sapta, gadis Bali sangat taat beragama. "Kalau gadis asli Bali, tak akan semudah itu," ujarnya.

    Setelah diketahui kebenaran beritanya, kata Sapta, Kementerian Pariwisata akan segera menentukan langkah selanjutnya. "Ini kan terkait dengan nama baik kita," tuturnya.

    Dikutip dari News.com.au, Selasa, 3 Juni 2014, Todd mengaku menggaet gadis-gadis di Bali dengan berjalan-jalan bersama anjingnya, Tito, di sekitar daerah wisata pantai Poppies Lane, Kuta.

    Anehnya, ibu Todd mendukung aksi anaknya ini. Ibunya, Nyonya Gisondi, bahkan mengirim surat elektronik pada putranya supaya ia jadi gigolo saja di sana. "Ibuku tahu jika saya merasa bosan. Entah saya akan mendapatkan masalah atau menghamili seorang gadis," kata Todd. (Baca juga: Wanita Inggris Ditemukan Tewas di Ubud)

    TRI ARTINING PUTRI


    Berita Lain
    AS: Belanja Militer Cina Lebih dari US$ 145 Miliar
    Jakarta-Bali, Rute Terpopuler Selama Lebaran  
    Indonesia Ekspor Motor Yamaha R25 ke 16 Negara


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.