Jelang Piala Dunia, Polisi Brasil Mulai Patroli  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang polisi militer Brasil, berjag-jaga di wilayah Complexo da Mare, Rio de Janeiro, Brasil (30/3). Ini merupakan target pengamanan kota upaya untuk meningkatkan keamanan menjelang Piala Dunia 2014 FIFA dan Rio Olimpiade 2016. Mario Tama/Getty Images

    Seorang polisi militer Brasil, berjag-jaga di wilayah Complexo da Mare, Rio de Janeiro, Brasil (30/3). Ini merupakan target pengamanan kota upaya untuk meningkatkan keamanan menjelang Piala Dunia 2014 FIFA dan Rio Olimpiade 2016. Mario Tama/Getty Images

    TEMPO.CO, Rio de Janeiro – Menjelang Piala Dunia 2014 yang tinggal menghitung hari, Pemerintah Kota Rio de Janeiro, Brasil, telah menyiapkan setidaknya 20 ribu personel polisi, baik lokal maupun federal, untuk membantu pengamanan perhelatan besar ini.

    Bahkan, menurut laporan Xinhua hari ini, pasukan keamanan tambahan akan mulai berpatroli di jalan-jalan di seluruh penjuru kota pada Jumat, 23 Mei 2014, jauh sebelum pembukaan Piala Dunia pada 12 Juni mendatang.

    Kota terbesar di Brasil ini dijadwalkan akan menjadi tuan rumah tujuh pertandingan dalam turnamen sepak bola terbesar dunia tersebut, termasuk laga final pada 13 Juli mendatang.

    Tidak hanya menambah personel polisi, pemerintah kota juga mengerahkan mobil patroli, helikopter, dan kapal tambahan untuk mengamankan lokasi.

    Keputusan ini menyusul gerakan protes kelompok aktivis Brasil terhadap pemerintah karena mengeluarkan anggaran secara besar-besaran untuk Piala Dunia 2014. Mereka menganggap dana yang dikeluarkan seharusnya bisa dipakai untuk menyejahterakan rakyat.

    ANINGTIAS JATMIKA | XINHUA

    Terpopuler

    Indonesia Prihatin Atas Situasi di Thailand
    Amerika Tuduh Cina Melakukan Spionase 
    KBRI Thailand Minta WNI Jauhi Lokasi Demonstasi



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wiranto Ditusuk Seseorang yang Diduga Terpapar Radikalisme ISIS

    Menkopolhukam, Wiranto ditusuk oleh orang tak dikenal yang diduga terpapar paham radikalisme ISIS. Bagaimana latar belakang pelakunya?