Warga Brasil Tuntut Kesejahteraan dari Pemerintah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Demonstran memprotes uang yang dihabiskan untuk Piala Dunia di depan Stadion Nasional di Brasilia, Brasil (15/5). Rakyat Brasil yang kecewa dengan layanan buruk pemerintah, karena keluhan pajak yang mereka bayar dihabiskan buat persiapan jadi tuan rumah Piala Dunia 2014. AP/Eraldo Peres

    Demonstran memprotes uang yang dihabiskan untuk Piala Dunia di depan Stadion Nasional di Brasilia, Brasil (15/5). Rakyat Brasil yang kecewa dengan layanan buruk pemerintah, karena keluhan pajak yang mereka bayar dihabiskan buat persiapan jadi tuan rumah Piala Dunia 2014. AP/Eraldo Peres

    TEMPO.COBrasilia - Setidaknya 18 kota di Brasil lagi-lagi dipenuhi oleh demonstran, Jumat, 16 Mei 2014. Demonstran yakin bahwa Piala Dunia yang akan digelar di Brasil pada Juni dan Juli nanti hanya akan merugikan masyarakat.

    "Piala Dunia ini tidak memberikan keuntungan apa pun bagi kami. Jadi, kami akan memanfaatkan momen ini untuk membuka suara agar bisa didengar oleh pemerintah," kata seorang wanita kepada CNN, seperti dilaporkan Mashable, Sabtu, 17 Mei 2014.

    Aksi demo ini diikuti oleh masyarakat dari berbagai kalangan, seperti anggota polisi, supir bis, petugas museum, guru, bahkan ahli geologi. Mereka kecewa karena pemerintah bisa menghabiskan begitu banyak dana untuk persiapan Piala Dunia, padahal kemiskinan di Brasil masih merajalela. Mereka menginginkan pemerintah bisa menyejahterakan hidup masyarakat.

    Selain menuntut hidup yang lebih baik, demonstran juga mengingatkan pemerintah terkait sejumlah pekerja yang tewas akibat target pembangunan stadion yang diberikan oleh FIFA. Mereka datang membawa tulisan "Go Home FIFA" serta salib dengan nama delapan pekerja yang tewas dalam pembangunan stadion.

    The Guardian melaporkan polisi telah menembakkan gas air mata dan peluru karet untuk membubarkan para demonstran. Akan tetapi, jumlah mereka malah terus bertambah dan memadati jalan-jalan besar.

    Menurut pantauan para pejabat, ada ribuan demonstran dalam aksi ini. Namun, jika pemerintah tidak mendengarkan suara mereka, para demonstran mengancam akan melakukan aksi demo yang lebih besar dalam waktu dekat.

    RINDU P HESTYA | MASHABLE

    Berita Lain:
    Apartemen 23 Lantai Roboh, Kim Jong-un Minta Maaf
    Afrika Barat Sepakat Perang Melawan Boko Haram
    Filipina Tangkap Pakar Bom Militan Abu Sayyaf

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.