Prancis Kecam Rencana Referendum di Ukraina Timur  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pasukan keamanan Ukraina berjalan di pos pemeriksaan yang dibakar oleh pro-Rusia, dekat Slaviansk, Ukraina (24/4). Pasukan Ukraina bentrok dengan militan pro-Rusia karena metutup kota Slaviansk yang dipegang separatis yang menewaskan 2 orang dan berhasil merebut pos pemeriksaannya. REUTERS/Gleb Garanich

    Sejumlah pasukan keamanan Ukraina berjalan di pos pemeriksaan yang dibakar oleh pro-Rusia, dekat Slaviansk, Ukraina (24/4). Pasukan Ukraina bentrok dengan militan pro-Rusia karena metutup kota Slaviansk yang dipegang separatis yang menewaskan 2 orang dan berhasil merebut pos pemeriksaannya. REUTERS/Gleb Garanich

    TEMPO.CO, Paris - Prancis mengecam keras rencana kelompok separatis pro-Rusia di Ukraina untuk menekan pemerintahan dengan menggelar referendum kemerdekaan "ilegal". Menteri Luar Negeri Prancis Laurent Fabius meminta kelompok separatis pro-Rusia menahan diri.

    Fabius juga mengaku sudah berbicara dengan Perdana Menteri Ukraina Arseniy Yatsenyuk menjelang pengambilan suara referendum yang akan digelar Ahad, 11 Mei 2014. "Prancis mengutuk keputusan separatis di Ukraina timur untuk mengadakan referendum yang 'ilegal' itu," kata Fabius, Jumat, 9 Mei 2014.

    Pada Rabu lalu, Presiden Rusia Vladimir Putin mengejutkan dunia atas dukungannya terhadap Ukraina dengan menyerukan kepada separatis pro-Rusia untuk menunda referendum. Putin meminta penundaan referendum hingga seusai pemilihan presiden di Ukraina pada 25 mei mendatang. (Baca: Putin Setuju Referendum di Ukraina Ditunda)

    Namun kelompok pemberontak yang bersembunyi di belasan kota di Ukraina timur justru bersumpah akan tetap menggelar pemungutan suara referendum di Donetsk, Slavyansk, dan Lugansk. "Pada saat genting seperti ini, semua pihak harus menahan diri," kata Fabisu, sambil menekankan perlunya dialog.

    ASIAONE | ROSALINA

    Terpopuler 
    Kata Korut, Obama seperti 'Monyet Hitam'  
    Hamas Eksekusi Mati Dua Kolaborator Israel
    Arab Saudi Temukan 32 Kasus MERS Baru  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.