Separatis Pro-Rusia Tolak Letakkan Senjata

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aeorang pria menghangatkan diri di perapian di dekat barikade di depan jalan masuk kantor keamanan regional Ukraina, di Luhansk, Ukraina, Jumat (11/4). AP/Igor Golovniov

    Aeorang pria menghangatkan diri di perapian di dekat barikade di depan jalan masuk kantor keamanan regional Ukraina, di Luhansk, Ukraina, Jumat (11/4). AP/Igor Golovniov

    TEMPO.CO, Kiev - Separatis pro-Rusia yang menguasai sejumlah gedung pemerintahan di distrik sebelah timur Ukraina menolak meletakkan senjata kendati mendapatkan ultimatum selama 48 jam. Pemerintahan Ukraina menyatakan akan memberikan jaminan keamanan dan pengampunan jika kaum sparatis pro-Rusia itu bersedia menyerahkan senjatanya. Namun, para pria bersenjata itu menampik tawaran pemerintah dan berkukuh tak mau meninggalkan gedung.

    Gedung yang dikuasai sejumlah pria bersenjata pro-Rusia nampak dikelilingi barikade kawat berduri dan karung pasir oleh pasukan keamanan Ukraina. Tuntutan kaum separatis itu, antara lain pemerintah Ukraina diminta menerima hasil referendum sebelum mengosongkan gedung dari kelompok pro-Rusia ini.

    Seperti dilansir Al Jazeera, tuntutan mereka ditolak pemerintah, bahkan pasukan keamanan mengancam akan menyerbu gedung di Luhansk tersebut, jika mereka benar-benar tetap tak bersedia meletakkan senjata atau meninggalkan gedung dalam waktu 48 jam.

    Namun, muncul kekhawatiran satu penyerbuan ke gedung yang dikuasai kelompok separatis bakal memicu Rusia mengirimkan pasukan dengan alasan melindungi anggota parlemen yang pro-Rusia. Bahkan di Donetks, kelompok bersenjata pro-Rusia telah siap mendeklarasikan sebuah distrik Republik Rakyat.

    AL JAZEERA | CHOIRUL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Konflik Lahan Era SBY dan 4 Tahun Jokowi Versi KPA

    Konsorsium Pembaruan Agraria menyebutkan kasus konflik agraria dalam empat tahun era Jokowi jauh lebih banyak ketimbang sepuluh tahun era SBY.