Cari MH370, Perth 'Disulap' Jadi Pangkalan Militer  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Able Seaman, seorang awak kapal Angkatan Laut Australia HMAS Success menggunakan teropong dalam mencari puing-puing pesawat Malaysia Airlines yang hilang di Samudra Hindia selatan, (31/3). REUTERS/Australian/Handout via Reuters

    Able Seaman, seorang awak kapal Angkatan Laut Australia HMAS Success menggunakan teropong dalam mencari puing-puing pesawat Malaysia Airlines yang hilang di Samudra Hindia selatan, (31/3). REUTERS/Australian/Handout via Reuters

    TEMPO.CO, Perth - Kota Perth yang berada di ujung barat daya Australia mendadak berubah menjadi pangkalan militer. (Baca: 4 Spekulasi Jejak MH370 Tak Terpantau Radar TNI)

    Perubahan ini muncul setelah pencarian pesawat Malaysia Airlines MH370 gencar dilakukan. Ibu kota Australia Barat itu menjadi tempat berkumpulnya 12 pesawat militer, 3 pesawat jet sipil, dan 13 kapal yang terlibat dalam pencarian MH370, yang membawa 239 orang. (Baca: Tiga Perangkat Canggih untuk Mengendus MH370)

    Situs berita BBC menyebutkan tim pencarian itu mencari tanda-tanda keberadaan bangkai pesawat di area seluas 560 ribu kilometer persegi di barat laut Kota Perth. Pencarian pesawat nahas itu melibatkan militer dari berbagai negara. (Baca: Zona Pencarian MH370 Pindah Lokasi)

    Pencarian tak hanya dilakukan oleh militer Malaysia, Australia, Selandia Baru, dan Amerika Serikat--yang sudah biasa latihan bersama. Tetapi juga oleh Cina, Korea, dan Prancis yang tak biasanya berlatih tempur bersama. Pencarian itu dikomandoi oleh militer Australia.

    Perdana Menteri Australia, Tony Abbott, menyatakan bangga atas kinerja tim pencari ini. "Mereka sudah bekerja dengan profesional dan penuh dedikasi selama tiga pekan ini. Saya rasa ini bagus untuk reputasi kami," kata Abbott. (Baca: Cari MH370, Amerika Serikat Habiskan Rp 37 Miliar)

    Lokasi pencarian kapal itu berada ratusan kilometer dari menara Air Traffic Controller (ATC). Tim pencari bahkan harus menggunakan pesawat E-7A Wedgetail sebagai menara ATC berjalan.

    Pesawat itu adalah Boeing 737 yang sudah dimodifikasi dan dilengkapi dengan radar untuk membaca gerak dan posisi pesawat. "Kehadiran pesawat E-7A ini akan membantu menghindari konflik pesawat-pesawat di udara," ujar pemimpin tim pencari, Angus Houston, kepada kantor berita BBC.

    Selama ini, pesawat-pesawat pencari itu harus terbang di wilayah yang bercuaca buruk dengan jarak pandang pendek. Untuk menghindari kecelakaan, sejumlah pesawat bahkan harus terbang rendah--hingga 60 meter dari permukaan laut.

    Mereka terus mencari lokasi puing pesawat berdasarkan sinyal lemah yang diduga berasal dari kotak hitam. Pencarian itu harus berkejaran dengan waktu karena kotak hitam pesawat hanya berfungsi selama 30 hari dari waktu jatuhnya pesawat.

    BBC | THE STRAITS TIMES | THE HINDU | ANGGRITA DESYANI

    Topik terhangat:
    MH370 | Kampanye 2014 | Jokowi | Prabowo | Lumpur Lapindo

    Berita terpopuler lainnya:
    Kiai Maman, Caleg Pembela Ahmadiyah 
    Cara Atasi Gugup Bicara di Depan Umum 
    Caleg Binny Bintarti Bersaing dengan Ibas SBY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kue Bulan dalam Festival Tengah Musim Gugur atau Mooncake Festival

    Festival Tengah Musim Gugur disebut juga sebagai Festival Kue Bulan atau Mooncake Festival. Simak lima fakta unik tentang kue bulan...