Pejabat Top Rusia dan Crimea Dilarang Masuk Eropa  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Orang-orang pro-Rusia merayakan di Lenin Square, di Simferopol, Ukraina (16/3). Bendera Rusia berkibar di atas kerumunan setelah warga di Crimea secara aklamasi lepas dari Ukraina dan bergabung dengan Rusia. AP/Vadim Ghirda

    Orang-orang pro-Rusia merayakan di Lenin Square, di Simferopol, Ukraina (16/3). Bendera Rusia berkibar di atas kerumunan setelah warga di Crimea secara aklamasi lepas dari Ukraina dan bergabung dengan Rusia. AP/Vadim Ghirda

    TEMPO.CO, Brussel - Uni Eropa menjatuhkan 21 sanksi kepada sejumlah pejabat Rusia dan Crimea dengan memasukkan nama mereka dalam daftar hitam alias black list. Di laman jurnal resmi Uni Eropa, Senin, 17 Maret 2014, disebutkan delapan pejabat Crimea dan 13 pejabat Rusia terkena sanksi.

    Dari delapan nama pejabat Crimea yang masuk daftar hitam terdapat nama Perdana Menteri Sergei Aksyonov, Ketua Parlemen Crimea Vladimir Konstantinov, dan Komandan Angkatan Laut Crimea Denis Berezovskly. (Baca: 95,5 Persen Pemilih Crimea Ingin Gabung Rusia)

    Selain itu, Uni Eropa juga telah lebih dulu menjatuhkan sanksi pada pejabat Rusia, yakni Komandan Armada Laut Hitam Rusia, Alexander Vitko; Komandan Distrik Militer Wilayah Barat, Anatoly Sidorov; dan Komandan Distrik Militer Wilayah Selatan Alexander Galkin.

    Seluruh nama yang dikenai sanksi itu dilarang untuk memasuki wilayah Uni Eropa selama enam bulan. Uni Eropa juga berencana membekukan semua rekening mereka di bank-bank Eropa. (Baca:Uni Eropa Bekukan Aset Presiden Ukraina)

    Sanksi ini sebagai dukungan Uni Eropa terhadap Ukraina setelah keluarnya referendum di Crimea, daerah otonomi khusus Ukraina. Referendum yang digelar pada hari Minggu, 16 Maret 2014 menghasilkan dukungan terbanyak, sekitar 96 persen, agar Crimea menjadi negara merdeka dan bergabung dengan Rusia. 

     

    ITAR-TASS | MARIA RITA HASUGIAN

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.