Inikah 'Pilot Bayangan' dalam Penerbangan MH370?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang warga menuliskan sebuah pesan untuk mendukung dan mendoakan awak pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang, di pusat perbelanjaan Petaling Jaya, Kuala Lumpur, Malaysia, (16/3). (AP Photo/Lai Seng Sin)

    Seorang warga menuliskan sebuah pesan untuk mendukung dan mendoakan awak pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang, di pusat perbelanjaan Petaling Jaya, Kuala Lumpur, Malaysia, (16/3). (AP Photo/Lai Seng Sin)

    TEMPO.CO, Kuala Lumpur - Aparat berwenang Malaysia kini tengah menyelidiki seorang insinyur penerbangan yang menjadi salah satu penumpang dalam pesawat Malaysia Airlines yang hilang. Penyelidikan atasnya diintensifkan setelah ada kecurigaan pesawat bernomor penerbangan MH370 itu hilang karena dibajak.

    Insinyur penerbangan yang diinvestigasi adalah Mohd Khairul Amri Selamat, berusia 29 tahun. Dalam akun media sosialnya, ia mengaku bekerja untuk sebuah perusahaan carter pesawat swasta.(baca juga:Plin-plan Soal MH370, Malaysia Diejek Publik Cina)

    Para pilot juga di bawah pengawasan ketat, setelah terungkap bahwa kopilot berkata "semua baik-baik saja, selamat malam," setelah seseorang mulai menonaktifkan salah satu sistem pelacakan otomatis pesawat.

    Penyelidikan terutama dilakukan untuk mengorek latar belakang mereka. Selain pilot, kru dan staf di darat yang bekerja pada saat hilangnya pesawat jenis Boeing 777-200ER juga dimintai keterangan.

    "Ya, kami menyelidiki Mohd Khairul serta penumpang lain dan awak. Fokusnya adalah pada orang lain yang mungkin memiliki keterampilan penerbangan di pesawat itu," seorang pejabat polisi senior yang terlibat dalam investigasi itu kepada Reuters.

    Menteri Pertahanan Malaysia Hishammuddin Hussein mengatakan dalam konferensi pers Senin bahwa menemukan pesawat itu masih menjadi fokus utama. Ia berharap pesawat ditemukan dalam kondisi utuh. "Fakta bahwa tidak ada sinyal marabahaya, tidak ada tuntutan tebusan, tidak ada pihak yang mengaku bertanggung jawab, maka selalu ada harapan," kata Hishammuddin.(baca juga:Bantuan Interpol Cari Malaysia Airlines Ditolak)

    Seorang insinyur penerbangan bertanggung jawab untuk mengawasi sistem di pesawat selama penerbangan. Ia mengkonfirmasi sistem bekerja dengan benar dan untuk membuat perbaikan jika diperlukan. Namun sebagai seorang insinyur yang mengkhususkan diri dalam jet eksekutif, Khairul belum tentu memiliki semua pengetahuan yang dibutuhkan untuk menerbangkan sebuah pesawat jet besar.(baca:Mengapa Sinyal Darurat Malaysia Airlines Tak Aktif  )

    Khairul mengatakan ia bekerja untuk sebuah perusahaan carter pesawat jet yang berbasis di Swiss yang disebut Execujet Aviation Group. Pada Reuters, perusahaan menolak untuk mengatakan apakah itu masih bekerja pada mereka. ""Kami tidak bisa mengungkapkan informasi apapun. Kami ingin melindungi privasi keluarga," kata seorang pejabat perusahaan itu.

    Dalam gambar yang diposting di akun Facebook Khairul pada 2011, ia mengidentifikasikan dirinya sebagai karyawan Execujet Malaysia.

    Khairul, ayah dari satu putri, baru-baru ini membeli sebuah rumah di pinggiran ibukota Malaysia, Kuala Lumpur. Ia memiliki pengalaman lebih dari 10 tahun sebagai seorang insinyur penerbangan, kata ayahnya, Selamat Omar.

    Selamat mengatakan ia dan anggota keluarga lainnya sedianya akan mengunjungi rumah baru Khairul bulan ini.Tapi ia mengatakan kepada ayahnya pada Kamis bahwa dirinya harus pergi untuk suatu pekerjaan di Beijing dan kunjungan akan dijadwal ulang. Itulah terakhir kali mereka berbicara.

    "Khairul pekerja yang baik dan anak yang berbakti. Dia akan datang mengunjungi kami setidaknya sekali sebulan," katanya.

    MAIL ONLINE | TRIP B

    Baca terkait
    MH370 Terbang hingga Dekat Perth? 
    Otoritas Penerbangan Sipil Bantah MH370 Dibajak 
    7 Jam Setelah Pesawat Hilang Versi Malaysia Airlines
    Pejabat Malaysia Pastikan MH370 Dibajak 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.