Tak Semua Keluarga Korban Pesawat Hilang Mau Bicara

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat Boeing 777-200ER Malaysia Airlines. Pesawat jenis ini yang hilang dalam perjalanan menuju Beijing pada 8 Maret 2014. Pesawat yang membawa 227 penumpang dan 12 awak diduga jatuh ke Laut Cina Selatan. AP/Kyodo News

    Pesawat Boeing 777-200ER Malaysia Airlines. Pesawat jenis ini yang hilang dalam perjalanan menuju Beijing pada 8 Maret 2014. Pesawat yang membawa 227 penumpang dan 12 awak diduga jatuh ke Laut Cina Selatan. AP/Kyodo News

    TEMPO.CO, Kuala Lumpur - Kondisi bingung dan tertekan ditambah belum adanya kepastian tentang keberadaan pesawat Boeing 777-200 milik maskapai Malaysia Airlines (MAS) yang dinyatakan hilang membuat keluarga korban yang saat ini telah berada di Kuala Lumpur enggan memberi pernyataan kepada wartawan.

    Beberapa pencari berita asal Tanah Air yang menunggu di Hotel The Everly, Putrajaya, terpaksa akur dengan keputusan keluarga yang enggan memberi pernyataan.

    Sejatinya, pada Senin, 10 Maret, wartawan Indonesia di Kuala Lumpur dijadwalkan bisa menemui keluarga korban yang saat ini berada di Hotel The Everly bersamaan dengan kunjungan Dubes Indonesia untuk Malaysia, Herman Prayitno, yang juga menemui keluarga korban. Namun dari tiga keluarga korban yang saat ini sudah berada di Kuala Lumpur, hanya keluarga Firman Chandra Siregar yang bersedia menemui wartawan.

    Adalah Leonard Siregar dan istrinya, Lini Panjaitan, yang bersedia memberi keterangan kepada wartawan di Kuala Lumpur International Airport (KLIA) saat menunggu kedatangan saudaranya yang lain, Christine, diplomat yang saat ini bertugas sebagai perwakilan RI di Meksiko dan ikut bergabung bersama keluarga di Kuala Lumpur menunggu kepastian informasi Firman.

    Kepada wartawan, Leonard Siregar menyatakan bahwa hingga saat ini, keluarganya masih optimistis Firman masih dalam kondisi baik. "Saya dan keluarga masih optimistis dengan kondisi Firman. Kami berharap doa dari semua, semoga Firman selalu dilindungi Tuhan," ucapnya pendek.

    MASRUR

    Berita Terpopuler
    5 Akal Bulus Sejoli Pembunuh Ade Sara
    Potongan Bodi Malaysia Airlines Ditemukan
    Sejoli Bersaing Siksa Ade Sara 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.