Badai Salju Jepang, Korban Menjadi 19 Orang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah warga berjalan di antara kencangnya badai salju di  Tokyo, Jepang (8/2).   (AP Photo/Koji Sasahara)

    Sejumlah warga berjalan di antara kencangnya badai salju di Tokyo, Jepang (8/2). (AP Photo/Koji Sasahara)

    TEMPO.CO, Tokyo – Pekan ini Jepang kembali harus menghadapi rekor hujan salju yang buruk di beberapa wilayah di bagian timur negara ini. Beberapa prefektur (disebut juga kota) terisolasi akibat badai ini. Dilaporkan, jumlah korban tewas kembali bertambah.

    Seperti dilansir dari CNN, Badan Manajemen Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Jepang telah mengkonfirmasi setidaknya ada 19 kematian yang disebabkan oleh badai salju di timur laut Jepang. Sebanyak 365 orang juga dilaporkan terluka.

    Sumber kepolisian mengatakan sejumlah korban jiwa meninggal akibat tertimpa atap bangunan yang roboh karena tidak mampu menahan salju yang semakin lebat. Seorang warga berusia lanjut di Oyama, Prefektur Shizuoka, tertimbun longsoran salju setinggi 1 meter yang menimpa rumahnya pada Jumat, 14 Februari 2014.

    Adapun di Prefektur Yamanasi, dua orang dilaporkan membeku hingga meninggal dalam dua insiden yang terpisah. Keduanya membeku di dalam mobil yang mereka kendarai saat akan kembali ke rumah.

    Badan Meteorologi Jepang telah mengeluarkan peringatan mengenai ancaman badai salju tersebut. Diperkirakan badai akan menuju ke utara. Bagian utara Pulau Hokkaido diminta waspada terhadap longsor yang disebabkan lebatnya salju.

    ANINGTIAS JATMIKA | CNN


    Terpopuler

    Hong Kong Setuju Ada Pelabuhan Militer Cina
    106 Orang Tewas dalam Serangan Islamis di Nigeria
    Tarif Hotel Meningkat, Jemaah Umrah Saudi Mengeluh
    Pasukan Oposisi Memecat Panglima FSA  
    Rusia Barter Minyak Iran dengan Reaktor Pembangkit 

     

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.