Bebas, Corby Diiming-imingi Rp 12 Miliar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Schapelle Leigh Corby. REUTERS/Bagus Othman

    Schapelle Leigh Corby. REUTERS/Bagus Othman

    TEMPO.CO, Denpasar -  Schapelle Leigh Corby, terpidana kasus penyelundupan ganja yang bebas bersyarat hari ini, Senin, 10 Februari 2014, mendapat iming-iming duit US$ 1 juta, atau sekitar Rp 12 miliar. Tawaran itu muncul dari sejumlah media massa Australia dengan syarat: Corby mau memberi mereka wawancara eksklusif.

    Perdana Menteri Australia Tony Abbot menyinggung keuntungan materi dari cerita Corby lewat Fairfax Radio, Kamis, 6 Februari 2014, "Pepatah lama mengatakan: kejahatan tidak harus dibayar." Namun, khusus dalam soal Corby ini, Abbot menolak banyak berkomentar.

    Berdasarkan makalah parlemen federal Australia, terpidana atau terdakwa yang mencari keuntungan dari cerita mereka disebut melakukan eksploitasi komersial. Cerita yang dijual ini bisa dalam bentuk buku ataupun film. "Dan pemerintah Australia dapat mencoba menyita uang hasil penjualan cerita, baik yang dibayarkan di dalam atau luar negeri," tulis News Corp Australia, Jumat, 7 Februari 2014.(baca:Corby Bebas, Bali Belum Tentu Steril Narkoba  )

    Situs berita itu mencontohkan kasus David Hicks, mantan tahanan penjara Guantanamo. Setelah ditahan, Hicks meluncurkan buku berjudul My Journey. Dari penjualannya, Hicks berhasil mengantongi keuntungan US$ 10.000, atau sekitar Rp 121 juta. Namun uang itu bisa ia dapatkan setelah terlibat pertempuran hukum.

    Pengacara Hicks, Steven Glass, menyatakan mantan narapidana dapat menerbitkan buku ihwal pelanggaran hukum serius yang mereka lakukan di luar wilayah Australia. Namun dalam banyak kasus, pengadilan Australia dapat menyuruh pemerintah menyita hasil penjualan buku itu. Tidak seluruh keuntungan, hanya sebagian saja.

    "Undang-undang tidak menyatakan mantan narapidana tidak akan mendapatkan uang," ujar Glass. "Hanya, pengadilan dapat membuat pemerintah menyitanya."

    Ibu terpidana kasus mariyuana Schapelle Leigh Corby, Rosleigh Rose, merayakan pembebasan anaknya dari Lembaga Pemasyarakatan Kerobokan, Denpasar, hari ini, 10 Februari 2014. Rose tertawa dan berteriak meluapkan kegembiraan saat keluar dari rumahnya untuk menyapa nyamuk pers di Loganlea, Brisbane.

    Senin ini, Corby dibebaskan setelah mendapat pembebasan bersyarat. Mantan ratu kecantikan mahasiswa itu meninggalkan LP Kerobokan sekitar pukul 08.00 Wita dengan kawalan ketat petugas LP dan polisi. (baca:Corby Bebas, Ibunya Meloncat Kegirangan)

    Menurut laporan TheAge.com.au, Rose melompat kegirangan sambil mengocok sampanye UNTUK merayakan pembebasan Corby. Sebelumnya, melalui layar kaca, Rose menyaksikan dengan saksama potongan tayangan Corby saat meninggalkan LP Kerobokan.(baca: Ke Luar Penjara, Corby: Kok Banyak Orang?)

    NEWS CORP AUSTRALIA | CORNILA DESYANA

    Berita lain:
    Corby Bebas, Bali Belum Tentu Steril Narkoba
    Marzuki Alie: Pembebasan Corby Sesuai Aturan
    Terbentur Libur, Corby Belum Bisa Bebas
    Penyelundup Sabu Tidak Naik Pesawat Lagi
    Corby Bebas, Kalapas Krobokan Larang Euforia


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.