7 Dari 10 Pria Korsel Ingin Menikahi Wanita Korut

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah tentara wanita Korea Utara berlatih baris-berbaris di tepi sungai di kota Sinuiju, yang berbatasan dengan kota Dandong, Cina, Kamis (11/4). AP

    Sejumlah tentara wanita Korea Utara berlatih baris-berbaris di tepi sungai di kota Sinuiju, yang berbatasan dengan kota Dandong, Cina, Kamis (11/4). AP

    TEMPO.CO, Seoul - 7 Dari 10 Pria Korea Selatan berpikir untuk menikahi wanita dari Korea Utara. Namun tidak ada satupun perempuan Korea Selatan yang ingin menikahi pria Korea Utara.

    Survei yang dilakukan secara random oleh biro jodoh Bier - Aller ini menyebutkan, jumlah tersebut dipengaruhi oleh kepercayaan di seluruh semenangjung Korea, bila wanita Korea Utara lebih cantik dari pada di Korea Selatan, maupun sebaliknya pria Korsel lebih tampan dibandingkan pria Korut.

    Bier - Aller mensurvei sebanyak 558 pria dan wanita single Korsel secara online. Fakta yang didapat menyebutkan, 68,8 persen pria Korsel menyatakan, mereka secara postif ingin menikahi perempuan Korut.

    Sementara itu, 84,2 persen perempuan Korsel menyatakan ogah menikahi pria Korut, bahkan 15,8 persen diantaranya memiliki persepsi negatif terhadap pria Korut.  

    "Perempuan Korsel itu cenderung pemilih untuk calon suaminya, sedangkan yang pria memiliki alternatif menikahi perempuan Korut," kata Juru Bicara Bier - Aller seperti yang dikutip oleh situs Chosun Ilbo, Ahad 19 Januari 2014.

    Perempuan Korsel sangat mengutamakan latar belakang pendidikan, sikap dan sopan satun, serta fisik, terutama tinggi badan untuk calon suaminya. Bagi mereka, pria Korut sangat jauh dan tidak memiliki kriteria itu sama sekali.

    Sedangkan pria Korsel lebih tertarik pada wanita Korut karena melihat foto -foto dan lukisan wanita Korut yang digambarkan sangat cantik.

    CHOSUN ILBO | CHETA NILAWATY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selamat Jalan KPK

    Berbagai upaya melemahkan posisi KPK dinilai tengah dilakukan. Salah satunya, kepemimpinan Firli Bahuri yang dinilai membuat kinerja KPK jadi turun.