Didemo Rakyat, Presiden Ukraina Kunjungi Cina  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang demonstran asal Ukraina ditangkap polisi Swiss setelah memanjat pagar tempat pertemuan World Economic Forum pertemuan ke-42 di Davos, Swiss, Sabtu (28/1). AP/Anja Niedringhaus

    Seorang demonstran asal Ukraina ditangkap polisi Swiss setelah memanjat pagar tempat pertemuan World Economic Forum pertemuan ke-42 di Davos, Swiss, Sabtu (28/1). AP/Anja Niedringhaus

    TEMPO.CO, Beijing - Meski tengah menghadapi unjuk rasa besar-besaran di dalam negeri, Presiden Ukraina Viktor Yanukovych, memutuskan tetap mengunjungi Cina dalam lawatan resmi pada Rabu, 4 Desember 2013.

    Stasiun televisi pemerintah Cina, CCTV, melaporkan Presiden Yanukovych tiba di Kota Xi'an untuk memulai kunjungan resmi di Negeri Tirai Bambu itu selama tiga hari mendatang. Media lokal menyatakan bahwa kunjungan ini akan ditandai oleh penekenan kesepakatan ekonomi kedua negara, meski belum ada konfirmasi lebih lanjut.

    Beijing merupakan salah satu pembeli terbesar industri senjata Ukraina. Kedua pemerintah kini tengah menjajaki perdagangan pertanian bagi penduduk Cina yang telah mencapai 1,36 miliar.

    Yanukovych sempat berada di ujung tanduk selama sebelas hari unjuk rasa karena desakan mundur yang terus menguat. Bahkan pada Ahad lalu, sekitar 350 ribu orang berkumpul di Ibu Kota Kiev menuntut pemimpin yang berkuasa sejak 2010 itu mundur dan parlemen menggelar pemilu dipercepat.

    Namun, Yanukovych yang didukung oleh Rusia, berhasil melewati mosi tidak percaya di parlemen pada Selasa lalu. Ia menjadi musuh wahid rakyat, setelah menolak menandatangani kesepakatan dengan Uni Eropa.

    L AP | SITA PLANASARI AQUADINI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Negara-negera yang Sudah Melakukan Vaksinasi Anak di Bawah 12 Tahun

    Di Indonesia, vaksin Covid-19 baru diberikan ke anak usia 12 tahun ke atas. Namun beberapa negara mulai melakukan vaksinasi anak di bawah 12 tahun.