Kim Jong Un Pecat Pamannya Sendiri  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kanan) tersenyum saat melambai kepada penonton dan peserta Parade Militer Peringatan Berdirinya Korea Utara yang Ke-65 di Pyongyang, Korea Utara.  (AP Photo/KRT via AP Video)

    Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kanan) tersenyum saat melambai kepada penonton dan peserta Parade Militer Peringatan Berdirinya Korea Utara yang Ke-65 di Pyongyang, Korea Utara. (AP Photo/KRT via AP Video)

    TEMPO.CO, Seoul - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un diyakini telah memberhentikan pamannya sendiri yang selama ini disebut-sebut membantunya meraih kursi kekuasaan, Jang Song Thaek. Sebelumnya, Jang menjabat Wakil Ketua Komisi Pertahanan Nasional dan pimpinan salah satu departemen dalam Partai Buruh yang berkuasa.

    Pakar Korea Utara di Seoul menyatakan, pemecatan Jang tidak akan mungkin terjadi tanpa persetujuan dari Kim. Langkah ini akan memungkinkan orang-orang muda menduduki posisi di lingkaran dalam Kim. Posisinya, menurut sumber di Korea Selatan, akan digantikan oleh Choe Ryong Hae, direktur Biro Politik Umum Tentara Rakyat Korea. Ia selama ini menjadi sosok yang paling menonjol untuk menemani Kim di acara-acara publik.

    Tak jelas bagaimana nasib Jang setelah lengser dan apa yang menyebabkannya dilengserkan. Dua anggota Komite Intelijen parlemen Korea Selatan mengatakan bahwa dua orang yang dekat dengan Jang dieksekusi karena terseret kasus korupsi. Namun tak jelas apakah pelengseran Jang terkait hal ini.

    Jang, 67 tahun, menikah dengan bibi Kim Jong Un, Kyong Hui, yang merupakan putri pemimpin dan "presiden abadi" Korut, Kim Il Sung. Jang, yang secara luas dilihat sebagai seorang penganjur reformasi ekonomi, juga pernah dilengserkan pada 2004 di bawah pemerintahan Kim Jong Il, tetapi menjabat kembali dua tahun kemudian.

    Menurut pakar Korea Utara lainnya, pemecatan Jang bisa menyulitkan penataan ekonomi Korea Utara yang makin susah setelah penjatuhan sanksi ekonomi PBB. "Kerugian besar bagi Utara dengan menyingkirkan orang yang dekat dengan program ini," kata John Swenson-Wright, peneliti senior di lembaga think tank Chatham House, London.

    Awal tahun ini, Jang dan istrinya terlihat mendukung penunjukan Pak Pong Ju, seorang teknokrat karier, untuk jabatan perdana menteri yang akan memelopori gerakan untuk meningkatkan perekonomian.

    REUTERS | TRIP B


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.