Australia Sadap Indonesia karena Tidak Percaya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tony Abbott. REUTERS/Dinuka Liyanawatte

    Tony Abbott. REUTERS/Dinuka Liyanawatte

    TEMPO.COCanberra – Dugaan penyadapan telepon petinggi pemerintah Indonesia yang dilakukan oleh Australia dinilai hanya sebagai bentuk ketidakpercayaan Australia terhadap Indonesia. Pemerintah Australia sendiri menganggap spionase adalah hal yang wajar.

    Philip Doring, seorang analis politik federal, menulis tanggapannya terhadap masalah ini di laman The Age Australia. Menurut dia, di balik semua deklarasi persahabatan dan hubungan baik dengan Indonesia, sebenarnya pemerintah Australia tidak mempercayai Indonesia.

    “Kami bekerja sama dengan Indonesia, termasuk di bidang keamanan dan intelijen, tapi kami tidak percaya mereka. Kami tidak memiliki dan mungkin tidak akan pernah memiliki kepercayaan itu,” demikian tulisnya.

    Australia menganggap sistem politik Indonesia sangat buram, penuh dengan korupsi, dan rentan terhadap masalah nasional. Negera Kanguru ini tidak menganggap Indonesia sebagai sahabat sejatinya, seperti halnya Selandia Baru. Oleh sebab itu, tidak menutup kemungkinan jika Indonesia akan menjadi ancaman bagi Australia di kemudian hari.

    ANINGTIAS JATMIKA | THE AGE AUSTRALIA


    Berita Terpopuler

    Australia Sadap Telepon Presiden SBY 15 Hari
    Hakim Vica Diduga Selingkuh dengan 'Brondong'
    Ini Daftar Pejabat yang Disadap Australia
    Konvensi Tak Ramai, Demokrat Salahkan Peserta
    Menlu Tarik Dubes Indonesia di Australia


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.