Shutdown AS Tidak Dibahas Para Menteri APEC

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perdagangan dan Investasi Australia Andrew Robb (tengah) berfoto bersama Menteri Luar Negeri Indonesia Marty Natalegawa dan Menteri Perdagangan Indonesia Gita Wirjawan saat pertemuan para menteri KTT APEC XXI 2013 di Nusa Dua, Bali (4/10). (TEMPO/Johannes P. Christo)

    Menteri Perdagangan dan Investasi Australia Andrew Robb (tengah) berfoto bersama Menteri Luar Negeri Indonesia Marty Natalegawa dan Menteri Perdagangan Indonesia Gita Wirjawan saat pertemuan para menteri KTT APEC XXI 2013 di Nusa Dua, Bali (4/10). (TEMPO/Johannes P. Christo)

    TEMPO.CO, Nusa Dua – Potensi risiko yang dihadapi kawasan Asia Pasifik akibat ditutupnya layanan sebagian pemerintah federal Amerika Serikat (shutdown) tidak dibahas dalam Pertemuan Tingkat Menteri Forum Kerja Sama Asia Pasifik (APEC) yang ditutup kemarin.

    “Tidak dibahas,” kata Menteri Perdagangan Gita Wirjawan singkat menjawab pertanyaan Tempo dalam konferensi pers bersama Direktur Jenderal Organisasi Perdagangan Dunia, Roberto Azevedo, usai penutupan Pertemuan Tingkat Menteri Forum Kerja Sama Asia Pasifik Nusa Dua, Bali, Sabtu, 5 Oktober 2013.

    Sebelumnya, sebuah studi yang disampaikan lembaga kajian Dewan Kerja Sama Ekonomi Pasifik (Pacific Economic Cooperation Council/PECC) memaparkan bahwa shutdown dan kebuntuan politik atas defisit dan anggaran Amerika Serikat berpotensi menimbulkan gangguan bagi pertumbuhan kawasan Asia Pasifik, di saat pemulihan dari krisis global masih tertatih-tatih.

    Dalam laporan tahunan State of the Region yang dirilis awal Oktober ini oleh PECC, dinyebutkan, para pemimpin kawasan beranggapan kegagalan menghasilkan paket ekonomi dan anggaran di Amerika Serikat merupakan risiko tertinggi kelima terbesar. Lembaga kajian tersebut mensurvei 560 pemimpin kawasan.

    “Survei dilakukan dua bulan lalu, sebelum shutdown, jika hari ini, pasti ranking-nya lebih tinggi,” kata Sekretaris Jenderal PECC Eduardo Pedrosa. “Pada saat ini perekonomian di seluruh dunia masih rapuh. Jika masalah politik domestik berlangsung dalam jangka panjang, itu potensial mempengaruhi kawasan di luar Amerika Serikat,” tambahnya.

    Dalam konferensi pers, Gita mengatakan kehadiran Azevedo memberi semangat dalam pertemuan APEC 2013. “Tidak mengejutkan bahwa Direktur Jenderal WTO yang baru hadir di sini, karena apapun yang terjadi dalam KTT APEC, itu akan penting bagi dunia,” katanya.

    Bulan Desember mendatang, sekitar 150-an menteri dari negara-negara anggota WTO akan berkumpul di Bali. Hasil APEC 2013 juga akan dibawa dalam pertemuan tersebut.

    NATALIA SANTI

    Berita Lainnya
    Ratu Atut Punya Rumah Mewah di Bandung
    Jokowi Temani Megawati Blusukan
    5 Wilayah Banten di Bawah Klan Atut Chosiyah
    Suap Ketua MK, Abraham: Bumi Ini Seolah Runtuh
    SBY Copot Akil sebagai Ketua MK
    Ratu Atut Sering ke Bandung Dikawal Polisi Banten


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.