7 WNI di Tangkap di Melbourne

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta: Tujuh warga negara Indonesia ditangkap di Melbourne, Australia kerena terlibat pemalsuan kartu kredit, kartu ATM dan Cek. Ikut ditangkap bersama tujuh orang WNI tersebut satu orang warga negara RRC berinisial Z. Kama Pradipta Consul Muda Konsulat Jendral Republik Indonesia (KJRI) di Melbourne Australia menjelaskan, ke delapan orang tersebut ditangkap pada tanggal 8 September 2004, atau sehari sebelum terjadinya ledakan Bom di depan kantor Kedubes Australia. "Mereka ditangkap karena kasus kejahatan murni," Kata Kama ketika di hubungi Tempo melalui sambungan Internasional hari ini Selasa, (14/9).Kama menjelaskan dari ke tujuh WNI tersebut, satu orang berinisial W sudah dilepas karena tidak ada bukti-bukti keterlibatnya. Empat orang WNI yang masing-masing berinisial A, TJ, R, dan L adalah termasuk Illegal karena ijin tinggalnya sudah habis dan satu WNI legi yang berinisial J dan sudah bertempat tinggal di Australia saat ini menjadi buron Kepolisian Melbourne. Sementara WNI lain yang berinisial F sudah berkewarganegaraan Australia. Kama menyayangkan penangkapan ini dikaitkan dengan tuduhan keterlibatan ketujuh orang tersebut dengan jamaah islamiyah. Apalagi kalau dikaitkan dengan peristiwa ledakan bom yang terjadi di depan kantor Duta Besar Australia minggu lalu. "itu jelas tidak masuk akal, penangkapan terjadi 8 september. Sedangkan ledakan bom terjadi pada tanggal 9 september," jelasnya.Erwin Dariyanto - Tempo News Room

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.