Guantanamo 'Bakar' Uang AS US$ 900 Ribu Per Napi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP/Brennan Linsley

    AP/Brennan Linsley

    TEMPO.COWashington - Pusat Penahanan di Teluk Guantanamo disebut-sebut sebagai penjara termahal di dunia. Presiden Amerika Serikat Barack Obama menyebut salah satu alasan wacana penutupan penjara itu adalah karena biayanya yang sangat mahal, meliputi US$ 900 juta per tahanan per tahun.

    Pentagon memperkirakan sekitar US$ 150 juta per tahun uang AS seperti 'dibakar' begitu saja untuk mengoperasikan penjara dan sistem pengadilan militer di Naval Base AS di Kuba, yang didirikan 11 tahun yang lalu untuk 'menyimpan' tersangka teroris asing. Dengan 166 tahanan saat ini dalam tahanan itu, biaya tahunan per tahanan sebesar US$ 903.614.

    Sebagai perbandingan, penjara keamanan super maksimum di Amerika Serikat menghabiskan sekitar US $ 60 ribu sampai US$ 70 ribu untuk biaya keseluruhan rumah tahanan, para analis mengatakan. Dan biaya rata-rata di semua penjara federal sekitar US $ 30 ribu.

    Tingginya biaya itu hanya salah satu alasan Obama untuk menutup penjara itu. Obama juga mengatakan bahwa penjara, dibangun pada masa pemerintahan George W. Bush, adalah noda pada reputasi Amerika Serikat.

    "Ini sangat tidak efisien," kata Ken Gude, wakil presiden pada lembaga think tank Center for American Progress.

    Biaya untuk satu narapidana di Guantanamo, katanya, setara dengan pemasukan selama 12 pekan tur wisata ke Gedung Putih dan operasi menara kontrol di Arkansas Regional Airport Northwest selama 45 bulan. Asal tahu saja, menara kontrol menjadi korban pemotongan anggaran pemerintah federal.

    Sedang menurut analisis Reuters, biaya empat narapidana merupakan biaya pelatihan pilot pesawat tempur Angkatan Udara, yang berdasar laporan Departemen Pertahanan menelan biaya US 3,6 juta per latihan.

    REUTERS | TRIP B


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.