Perhatian AS Bisa Pindah dari Afganistan ke Indonesia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Washington:Deputi Menteri Pertahanan AS, Paul D Wolfowitz, mengatakan Amerika Serikat bisa memindahkan perhatian kepada wilayah yang melindungi kelompok teroris seperti Indonesia, Filipina, Somalia, dan Yaman. Tapi, kepada harian New York Times edisi Selasa (8/1), bekas duta besar untuk Indonesia ini mengatakan tipis kemungkinan untuk melakukan tindakan militer ke Indonesia karena “wilayahnya begitu luas dan terpisah-pisah”. Masalah di Indonesia, kata Wolfowitz, muncul karena pertikaian antar agama di Sulawesi dan Maluku. “Di wilayah tersebut pemerintah sangat lemah,” kata Wolfowitz. “Anda melihat potensi ekstrimis Muslim dan teroris menemukan tempat kecil di negeri itu.” Ia mengatakan masalah yang adalah tidak cukup kekuatan militer untuk melindungi penduduk lokal dan melindungi warga lokal. Militer juga belum bisa melindungi kondisi sehingga stabil dan membuat tindakan terorisme hilang. Ia mengatakan, meskipun pemerintah Indonesia menyatakan bersedia menghancurkan terorisme, tapi mereka mencemaskan kehilangan dukungan dari warga Muslim. Amerika Serikat siap memberi bantuan, meskipun Pentagon dibatasi langkahnya untuk kerjasama militer karena tuduhan pelanggaran HAM oleh militer Indonesia. Pembatasan ini, kata Wolfowitz, “Benar-benar harus ditinjau ulang setelah kejadian 11 September.” Dalam wawancara tersebut, Wolwofitz mengatakan bahwa perhatian utama Amerika Serikat saat ini masih Afganistan. Untuk kelanjutkan apa yang Amerika Serikat sebut “perang terhadap terorisme”, Pentagon bisa menghindari Irak yang secara politis lebih sulit. Karena itu, selain Indonsia, Amerika Serikat bisa bertindak ke negara yang bersahabat, seperti Filipina. Amerika Serikat juga bisa bertindak di Somalia dan Yaman, karena negaranya kekurangan peralatan untuk menghancurkan mereka. Di Filipina, pemerintah setempat kesulitan menghancurkan kelompok Abu Sayyaf, yang dikenal terkait dengan Al Qaida. Saat ini militer Amerika Serikat telah memulai pasukan kontrateroris Filipina. (New York Times/Nurkhoiri)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.