Korea Utara Mulai Usir Warga Asing

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mobil berisi tumpukan barang produksi Kaesong, Korea Utara bergerak ke arah perbatasan Korea Selatan. Ratusan mobil pekerja Kaesong berkewarganegaraan Korea Utara mulai kembali ke wilayah Korea Selatan.  (9/4). (AP Photo/Lee Jin-man)

    Mobil berisi tumpukan barang produksi Kaesong, Korea Utara bergerak ke arah perbatasan Korea Selatan. Ratusan mobil pekerja Kaesong berkewarganegaraan Korea Utara mulai kembali ke wilayah Korea Selatan. (9/4). (AP Photo/Lee Jin-man)

    TEMPO.CO, Pyongyang - Korea Utara mulai mengusir dan memperingatkan warga asing yang tinggal di negaranya untuk segera hengkang jika sewaktu-waktu perang pecah. Peringatan ini disampaikan sehubungan dengan rencana Utara untuk segera meluncurkan uji coba bom nuklir yang keempat.

    Pyongyang juga telah mengeluarkan ancaman bakal menyerang Korea Selatan, Jepang, dan pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan itu. 

    Ancaman tersebut dijawab Jepang dengan mengerahkan alat pertahanan baterai anti-misil di tiga lokasi di Tokyo guna melindungi 30 juta warga yang tinggal di ibu kota. Jepang menempatkan Patriot sistem anti-misil buatan Amerika Serikat di kantor Kementerian Pertahanan. Sedangkan dua lainnya dipasang di pangkalan militer.

    "Pemerintah melakukan upaya maksimal untuk melindungi rakyat dan memastikan keselamatan mereka," kata Perdana Menteri Shinzo Abe kepada wartawan, Selasa pagi waktu setempat, 9 April 2013.

    "Terkait dengan provokasi Korea Utara, Jepang bekerja sama dengan negara-negara lain guna melakukan apa yang perlu dikerjakan. Untuk masalah ini, hal yang paling penting adalah menerapkan sanksi sesuai dengan resolusi Dewan Keamanan PBB.

    Pada akhir pekan lalu, Jepang mengirimkan dua kapal perang yang paling modern ke Laut Jepang dengan membawa perintah menembak jatuh setiap misil yang ditembakkan Korea Utara menuju kepulauan Jepang.

    Menurut laporan intelijen, Korea Utara telah memindahkan dua misilnya ke pantai timur dalam beberapa hari terakhir ini.

    Koresponden BBC di Tokyo, Rupert Wingfield-Hayes, mengatakan, tak seorang pun di Jepang berpikir bahwa Pyongyang benar-benar siap menyerang mereka. Bisa jadi Pyongyang hanya menembakkan rudal melalui langit Jepang ke Lautan Pasifik. Jika hal itu terjadi, Tokyo bakal menembak jatuh misil tersebut.

    BBC | CHOIRUL

    Topik terhangat:

    Partai Demokrat
    | Agus Martowardojo | Serangan Penjara Sleman | Harta Djoko Susilo | Nasib Anas

    Berita lainnya:
    3 Fakta Kapolda DIY Kontak Pangdam Sebelum Insiden
    SBY: SMS Saya ke Anas Tidak Dibalas

    Kisah Penjaga Mayat yang Memandikan Nurdin M Top

    SBY Sudah Menduga Penyerang Cebongan Kopassus

    SBY: Kami Menyayangi Anas Urbaningrum

    Agustus, SBY Bakal Ganti Kapolri dan Panglima TNI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.