Krisis Sabah, TKI Tak Bisa Dihubungi Kerabatnya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi Diraja Malaysia berjaga-jaga di Lahat Datu, Sabah, menyusul kontak senjata antara aparat dan penyusup.

    Polisi Diraja Malaysia berjaga-jaga di Lahat Datu, Sabah, menyusul kontak senjata antara aparat dan penyusup.

    TEMPO.CO, Pinrang -- Kerabat Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kabupaten Pinrang yang mengadu nasib di Lahad Datu, Sabah, Malaysia, mulai resah akan keselamatan keluarga mereka. Sejak Lahad Datu dilanda komplik, komunikasi kerabat dengan TKI terputus total. (Baca: Sekjen PBB Serukan Diakhirinya Kekerasan di Sabah)

    "Sebelum daerah itu dilanda kekacauan, komunikasi kami masih lancar " kata Muhammad Yusuf kerabat TKI tersebut di kediamannya, kelurahan Macinnae Kecamatan Paleteang Kabupaten Pinrang, Ahad 10 Maret 2013.

    Yusuf mengaku komunikasi terakhir dengan saudara perempuannya itu pada pertengahan Januari 2013. Dia mengatakan keluarga sudah berusaha menghubungi kedua saudaranya Sumarniati yang bekerja pada perusahaan perkebunan kelapa sawit di wilayah itu. Namun belum juga berhasil. "Sudah beberapa kali di hubungi, tapi tidak pernah tersambung," kata Yusuf.

    Syamsiah, kerabat Muhammad Thalib, TKI asal Pinrang yang juga mengais rejeki di perkebunan kelapa sawit di wilayah Lahad Datu juga mengaku khawatir akan keselamatan saudaranya. "Kami waswas akan keselamatan keluarga kami di sana," ujarnya.

    Menurut Syamsiah, sejak wilayah itu bergejolak, kerabatnya yang sudah puluhan tahun di sana tidak pernah lagi menghubungi. "Terakhir berkomunikasi awal tahun ini," ujarnya.

    Kepala Bidang Pengawasan TKI dan Hubungan Industri Syarat Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi kabupaten Pinrang H. Sitti Fatimah mengaku masih terus mengecek kondisi TKI. "Kami terus melakukan pemantauan dan mencari informasi tentang kondisi TKI asal Pinrang di wilayah komplik itu "

    Fatimah mengaku tidak tahu secara pasti jumlah TKI asal Pinrang yang berada di wilayah yang diserang Kerajaan Sulu tersebut. Sebab umumnya warga Pinrang yang mengadu nasib di negeri jiran berangkat secara perorangan.  Selengkapnya berita internasional Malaysia klik di sini.

    SUARDI GATTANG

    Berita Lainnya:
    Sekjen PBB Serukan Diakhirinya Kekerasan di Sabah
    Konflik Sabah: Nasib Adik Sultan Sulu Masih Gelap 
    Dikaitkan Rusuh Sabah, Anwar Ibrahim Gugat 3 Media 
    Malaysia Bantah Bayar Sewa untuk Sabah 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Yang Datang ke Istana, Ada Nadiem Makarim dan Tito Karnavian

    Seusai pelantikannya, Presiden Joko Widodo memanggil sejumlah nama ke Istana Negara, Senin, 21 Oktober 2019. Salah satunya, Tito Karnavian.