Partai di India Bagikan Belati untuk Perempuan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga berkumpul dalam acara mengenang kematian mahasiswi korban pemerkosaan di New Delhi, India, Kamis (3/1). Kasus pemerkosaan di India ini memicu aksi demonstrasi besar-besaran di seluruh negara tersebut. AP Photo/Tsering Topgyal

    Warga berkumpul dalam acara mengenang kematian mahasiswi korban pemerkosaan di New Delhi, India, Kamis (3/1). Kasus pemerkosaan di India ini memicu aksi demonstrasi besar-besaran di seluruh negara tersebut. AP Photo/Tsering Topgyal

    TEMPO.CO, New Delhi - Partai Shiv Sena, partai lokal di negara bagian Maharashtra, India, mempersenjatai kaum perempuan pendukungnya dengan pisau. Menurut mereka, belati ini digunakan untuk melindungi diri setelah terjadi pemerkosaan brutal terhadap seorang mahasiswi di sebuah bus di New Delhi.

    Belati itu dibagikan ketika para pendukung partai dari kaum perempuan berada di Mumbai untuk memperingati hari lahir Bal Thackeray, pendiri partai. Shiv Shena mengatakan, "Mereka akan mendistribusikan ribuan pisau kecil untuk kaum perempuan."

    Kasus pemerkosaan terhadap mahasiswa psikoterapi berusia 23 tahun pada Desember 2012 memicu unjuk rasa besar-besaran di India. Para demonstran, dalam aksi tersebut, meminta pemerintah memberikan perlindungan lebih terhadap keamanan perempuan.

    "(Alat ini) biasanya Anda gunakan untuk memotong sayur. Potonglah tangan siapa saja yang menyentuh tanganmu," tulis kantor berita AFP mengutip pernyataan pejabat partai, Ajay Chaudhury.

    Chaudhury mengatakan kepada para pendukungnya bahwa kaum perempuan harus meletakkannya, (pisau) seukuran 7 sentimeter, itu di dalamnya dompetnya. "Ketimbang lipstik, bawalah pisau," katanya menambahkan. Polisi mengatakan, setelah menguji pisau tersebut, mereka menganggap senjata itu tidak membahayakan.

    BBC | CHOIRUL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.