Pembocor Rahasia AS Alami Krisis Gender  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bradley Manning. AP

    Bradley Manning. AP

    TEMPO.CO, Maryland - Informan WikiLeaks yang diduga membocorkan rahasia militer Amerika Serikat, Bradley Manning, dikabarkan mengalami krisis identitas terkait gender. Ia kini berada di bawah pengawasan ketat untuk mencegahnya dari bunuh diri.

    Manning, seorang mantan analis intelijen militer di Irak, dituduh berperan dalam kebocoran intelijen terbesar dalam sejarah Amerika Serikat. Ia diduga mengirimkan dokumen rahasia pada situs WikiLeaks.

    Dugaan krisis gender itu muncul saat pra-sidang pengadilannya untuk membatalkan kasus karena dugaan pelanggaran hukum selama penahanannya. Selama sembilan bulan ia ditahan dalam ruang terisolasi di sebuah penjara di Quantico, Virginia.

    Ryan Jordan, yang berbicara kepada Manning sebagai konselor di fasilitas Korps Marinir, ditanyai kemarin tentang laporan kajian yang disampaikan, yang mencatat Manning memiliki "gangguan identitas gender yang potensial".

    "Ketika dia pertama kali dibawa ke dalam tahanan, dia memberikan nama alias Breanna Elizabeth Manning," kata Jordan di pengadilan.

    Jordan menyarankan penjara untuk menjaga Manning dari langkah-langkah bunuh diri. Namun, ia mengatakan, perjuangan identitas gender bukanlah faktor penentu dalam rekomendasinya.

    Identitas gender Manning pertama kali muncul dalam pra-sidang tahun lalu. Dalam dokumen pengadilan, ia didiskriminasikan sebagai "intoleransi dan homophobia".

    AP | TRIP B

    Berita terpopuler lainnya:
    Indonesia Jadi Tuan Rumah Miss Universe
    Prancis Punya Masjid Gay Pertama

    ITB Siap Kembalikan Uang Rp 10 Miliar ke Mahasiswa

    Jangan Pernah Lakukan Ini di Korea Selatan

    Heboh Video Ahok, PRJ Belum Mau Berkomentar


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?