David Cameron Desak Israel Akhiri Serangan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perdana Menteri Inggris David Cameron saat berkunjung ke Universitas Alazhar Jakarta, Kamis (12/4). PM Cameron menyampaikan pidatonya di hadapan akademisi dan mahasiswa di Universitas Al-Azhar pada pukul 08.26 WIB. foto: Tempo/Aditia Noviansyah

    Perdana Menteri Inggris David Cameron saat berkunjung ke Universitas Alazhar Jakarta, Kamis (12/4). PM Cameron menyampaikan pidatonya di hadapan akademisi dan mahasiswa di Universitas Al-Azhar pada pukul 08.26 WIB. foto: Tempo/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, London - Perdana Menteri Inggris David Cameron menghubungi langsung Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu soal krisis Gaza yang tengah berlangsung.

    Dalam sebuah sambungan telepon dengan Netanyahu, Cameron juga mengungkapkan simpati terhadap serangan roket dari militan Palestina terhadap warga Israel.

    Selama krisis Gaza terjadi, tercatat sudah jatuh korban 40 jenazah dari Palestina dan tiga jasad dari Israel. Serangan selama tiga hari terakhir ini juga memicu protes di seluruh dunia.

    Di Inggris sejumlah aktivis pro-Palestina telah berkumpul di Edinburg dan London untuk mendesak pemberhentian kekerasan di Gaza. Mereka memusatkan pertemuan di depan Kedutaan Israel.

    Juru bicara pemerintah Inggris mengatakan bahwa Cameron mengkhawatirkan nasib perdamaian di kawasan Timur Tengah ini. "Dia menunjukkan perhatian atas risiko peningkatan konflik dan bahaya terkait nasib peradaban masa depan di Gaza dan Israel."

    Pemerintah Inggris memberikan tekanan untuk kedua pihak. Namun khusus untuk Israel, Cameron memintah Netanyahu agar melakukan semua hal yang bisa mengakhiri konflik.

    Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Ingris, Willam Hague, menyatakan rezim Hamas bertanggung jawab terhadap peningkatan kekerasan yang terjadi sejak Rabu, 14 November 2012. Hague memintah dua belah pihak untuk berusaha menghentikan konflik ini.

    Sabtu lalu, di ibu kota Skotlandia, Edinburg, ratusan orang turun ke jalan untuk mendukung rakyat Palestina. Aksi dukungan ini disponsori oleh sejumlah kelompok, di antaranya Scottish Palestine Solidarity Campaign, Stop the War, dan the Scottish Trades Union Congress.

    Akibat serangan ini, Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan terjadi kesulitan obat-obatan di Rumah Sakit Gaza. Sabtu, 17 November 2012, WHO mengeluarkan pernyataan bahwa suplai obat-obatan dan alat medis ke Gaza semakin kritis.

    Apalagi korban dari Palestina jauh lebih banyak ketimbang dari Israel. Tercatat 43 warga Palestina meninggal dan hampi separuhnya warga sipil, termasuk delapan anak-anak. Sednagkan dari pihak Israel, tiga korban meninggal.

    BBC | YNET | DIANING SARI

    Berita terpopuler lainnya:
    Anonymous Serang Situs Pemerintah Israel 
    Kim Jong Un Dinominasikan Jadi Pria Terseksi 2012 

    Gadis Ini Biasa Tidur Selama 64 Hari 

    Oposisi Suriah Angkat Duta Besar untuk Prancis 

    Jualan Bensin, Alternatif Pekerjaan Saat Perang Suriah


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.