Penutur Bahasa Inggris Kuno yang Tersisa Meninggal

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, London - Di kota nelayan terpencil di ujung Skotlandia, Black Isle, penutur asli terakhir dari dialek Cromarty meninggal. Bobby Hogg, 92 tahun, meninggal pekan lalu, membawa sebuah fragmen kecil dari mosaik linguistik bahasa Inggris. Dia adalah orang terakhir yang fasih dalam dialek Cromarty, kota pantai 280 kilometer utara  Edinburgh.

    "Saya pikir itu hal yang mengerikan," kata Robert Millar, ahli bahasa di University of Aberdeen di Skotlandia utara. "Keragaman pada alam yang kita miliki, semakin membuat kita kita. demikian juga dengan bahasa."

    Dialek cromarty termasuk dialek Inggris kuno. Millar menyatakan standarisasi telah mendorong banyak dialek regional dan bahasa lokal  dilupakan. Ahli bahasa sering memperdebatkan bagaimana mendefinisikan dan membedakan banyak dialek di dunia, namun kebanyakan setuju bahwa urbanisasi, wajib belajar, dan media massa telah berkonspirasi untuk menyeragamkan dialek.

    Cromarty, yang berpenduduk tak lebih dari 700 orang, adalah ujung sebuah semenanjung yang jarang penduduknya, dengan hutan dan lahan pertanian membentang. Wilayah ini terpisah dari Inverness, kota terdekat, dipisahkan oleh sebuah sungai di mana salmon biasa bercengkrama bersama  lumba-lumba.

    Dialek Cromarty terkenal unik, antara lain dengan menghilangkan unsur huruf "h". Misalnya, "house" (rumah) akan diucapkan sebagai "oos" dan apel akan diucapkan sebagai "haypel".

    Menurut UNESCO, ada dua bahasa di Inggris yang punah. Alderney French adalah penutur terakhir dialek Norman di Kepulauan Channel, meninggal sekitar tahun 1960, dan penutur terakhir dialek Manx, meninggal pada tahun 1974.

    BBC | TRIP B


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.