Pangeran Harry Ditugaskan ke Jantung Taliban  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pangeran Harry (kiri) mendengarkan penjelasan rencana penerbangan helikopter Apache dari seorang anggota skuadron di Camp Bastion, Afganistan (7/9). REUTER/John Stillwell/POOL

    Pangeran Harry (kiri) mendengarkan penjelasan rencana penerbangan helikopter Apache dari seorang anggota skuadron di Camp Bastion, Afganistan (7/9). REUTER/John Stillwell/POOL

    TEMPO.CO, London - Usai menghebohkan media dengan foto-foto telanjangnya di Las vegas, Pangeran Harry kini membuat berita dengan terjun bergabung dengan tentara Inggris di Afganistan. Ia tiba di Kabul Jumat dan akan memulai tugas empat bulannya sebagai pilot helikopter Apache.

    Harry adalah cucu Ratu Elizabeth II dan pewaris ketiga takhta kerajaan itu. Ia berpangkat kapten di Angkatan Udara Inggris.

    Di Afganistan, Harry akan ditempatkan di Camp Bastion di provinsi Helmand, Afghanistan selatan. Wilayah ini kerap dianggap sebagai jantung Taliban. Ia bergabung dengan Skuadron 662 Resimen 3.

    Tugas di Afganistan bukan pertama baginya. Empat tahun lalu, ia pernah ditugaskan di sana tapi buru-buru ditarik di tengah kekhawatiran akan keamanannya setelah berita sebuah operasi bocor.

    Media diperbolehkan untuk melaporkan penugasannya kali ini, meskipun waktu kedatangannya di Afghanistan dirahasiakan. "Dia menghadapi penugasannya dengan berbagai emosi seperti prajurit lain," kata juru bicara istana.

    Ratu dan Pangeran Charles telah sepenuhnya diberitahu tentang penugasannya, kata sumber itu, menambahkan bahwa Charles sangat bangga akan anaknya.

    Harry memenuhi syarat untuk menerbangkan helikopter Apache dalam pertempuran awal tahun ini, setelah melakukan beberapa pelatihan di atas padang pasir Arizona dan Nevada. Dia memenangkan penghargaan sebagai co-pilot pesawat tempur terbaik di kelompok sebayanya selama pelatihan.

    CNN | TRIP B


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.