Larangan Berjilbab bagi Penyiar TV Mesir Dicabut

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Fatma Nabil

    Fatma Nabil

    TEMPO.CO, Kairo - Fatma Nabil membuat sejarah di Mesir, akhir pekan lalu. Ia menjadi wanita berjilbab pertama yang membaca berita di televisi pemerintah Mesir.

    Sebelumnya, kerudung "haram" hukumnya bagi penyiar televisi di negara itu. Tepatnya setelah tiran yang terguling, Hosni Mubarak, naik menjadi presiden lebih dari 30 tahun lalu, semua simbol keagamaan dihapus, termasuk jilbab.

    Larangan itu dicabut oleh Salah Abdel-Maqsoud, Menteri Informasi Mesir dan anggota dari Ikhwanul Muslimin.

    "Akhirnya! Revolusi telah mencapai Maspero," kata Nabil. Maspero adalah kantor pusat televisi dan siaran radio pemerintah, yang merupakan lokasi demonstrasi besar-besaran selama pemberontakan yang menggulingkan Mubarak. Nabil adalah mantan penyiar di saluran Ikhwanul Muslimin.

    Larangan berjilbab dikeluarkan pada 2002 oleh Menteri Informasi saat itu, Safwat El-Sherif. Dia ditangkap tak lama setelah rezim Mubarak jatuh, dan menghadapi tuduhan korupsi.

    CNN | TRIP B


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.