Pendeta Tawari Pembunuh John Lennon Kehidupan Baru  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • John Lennon

    John Lennon

    TEMPO.CO, New York - Andai Mark David Chapman, pembunuh John Lennon, mendapatkan pembebasan bersyarat pada minggu lalu, mungkin ia kini sudah tinggal bersama seorang pendeta di wilayah pedesaan di negara bagian New York.

    Chapman mengklaim kepada Dewan Pembebasan Bersyarat Negara Bagian New York bahwa seorang pendeta telah menawarinya pekerjaan dan tempat tinggal setelah ia bebas.

    "Ia berjanji merenovasi rumahnya dan memberikan pekerjaan untukku," ujarnya dalam transkrip yang dimiliki oleh Dewan. Tak jelas siapa identitas pendeta tersebut. Chapman hanya mengatakan sang pendeta tinggal di wilayah pedesaan Medina, 50 mil di utara Buffalo, kota kedua terbanyak penduduknya di New York.

    Namun, harapan tersebut kandas setelah Dewan menolak permohonan pembebasan bersyaratnya. Chapman dijatuhi hukuman penjara antara 20 tahun hingga seumur hidup pada 8 Desember 1980 setelah membunuh John Lennon di kawasan Central Park, New York. Ia telah mengaku bersalah atas pembunuhan ini dan menunjukkan penyesalannya.

    Menurut Dewan, Chapman berlaku baik selama di penjara. Namun, itu belum cukup meyakinkan untuk dia bisa mendapatkan pembebasan bersyarat. Menurut Dewan, perbuatannya pada 32 tahun lalu sangat keji sebab dilakukan tanpa alasan dan terencana.

    Ini adalah penolakan ketujuh atas permohonan pembebasan bersyarat yang diajukan sejak 2000. Chapman masih bisa mengajukan permohonan pembebasan bersyarat untuk kedelapan kalinya pada 2014. Apakah sang pendeta masih akan menunggunya?

    REUTERS | M. ANDI PERDANA

    Berita Lainnya:
    Wawancara Tina Talisa: Seperti Tsunami Bagi Saya
    Wi-Fi Gratis di Kelurahan dan Rumah Sakit 2013
    Marzuki Alie Mendadak jadi Fotografer
    Enam Teguran SBY Ketika Pidato
    Makan Coklat Turunkan Risiko Stroke Pada Pria
    Dicatut dalam Jurnal Ilmiah, Inul Malah Bangga


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.