Serang Atlet via Twitter, Remaja Inggris Ditahan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Racquetmedia.com

    Racquetmedia.com

    TEMPO.CO , London - Jangan sembarangan obral kata tak pantas di Twitter. Polisi Inggris menangkap remaja 17 tahun setelah menuliskan tweet mengomentari atlet Tom Daley yang gagal meraih medali. Penangkapan terjadi setelah dua atlet Olimpiade diusir dari arena untuk komentar yang tidak pantas pada akun Twitter mereka.

    Polisi tidak mengidentifikasi tersangka, hanya disebut dengan nama akunnya, @Rileyy_69. Dalam serangkaian tweet, @ Rileyy_69 menyebut Daley dengan kalimat yang tak pantas. Puncaknya, ia menulis, "Aku memegang lisensi senjata untuk menembak burung dan aku akan menembak Anda juga!"

    Kepala tim Inggris, Andy Hunt, mengatakan komunikasi itu "dimonitor semalam." "Tampaknya benar-benar tidak adil dan tidak masuk akal," kata Hunt.

    Pihak kepolisian mengkonfirmasi bahwa remaja itu ditangkap sekitar pukul 02.00 Selasa di sebuah penginapan di Weymouth. Dia didakwa dengan kecurigaan melakukan komunikasi berbahaya.

    Hunt mengatakan pelatih akan mendiskusikan dengan Daley apakah dia memantau lalu lintas Twitter selama kompetisi. "Saya pikir mereka harus membuat keputusan berdasarkan apa yang mereka alami 24 jam terakhir," kata Hunt. Melalui media sosial, katanya, atlet tak hanya mendapatkan masukan positif, tapi juga negatif.

    Penangkapan itu dilakukan beberapa jam setelah Komite Olimpiade Swiss mengusir seorang pemain sepak bola atas komentar ofensif setelah kekalahan 2-1 Swiss dari Korea Selatan.

    Diterjemahkan dari bahasa Perancis, tweet Morganella mengatakan ia ingin memukuli warga Korea Selatan, bahwa mereka harus "dibakar" dan menyebut mereka "segerombolan Mongoloid".

    Di Inggris, pesan tweet yang bernada  mengancam, menyinggung, atau tidak senonoh bisa berujung penjara.

    ABC | TRIP B


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.