Yunani Sewakan Acropolis Rp 18,7 Juta Sehari  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepulan gas air mata di depan gedung parlemen saat berlangsungnya aksi demonstrasi menentang program penghematan yang diajukan oleh pemerintah di Athena, Yunani, (28/6). REUTERS/Panagiotis Tzamaros

    Kepulan gas air mata di depan gedung parlemen saat berlangsungnya aksi demonstrasi menentang program penghematan yang diajukan oleh pemerintah di Athena, Yunani, (28/6). REUTERS/Panagiotis Tzamaros

     TEMPO.CO, Athena - Kementerian Kebudayaan Yunani, Selasa, 17 Januari 2012 mengumumkan akan mulai menyewakan beberapa situs purbakala di negara itu kepada perusahaan advertising atau perusahaan lain yang berminat. Situs yang mula-mula akan disewakan adalah Acropolis di Athena.

    Dalam sebuah penjelasan di kementerian itu akhir Desember lalu, sebuah perusahaan boleh menyewa situs tersebut untuk fotografi dengan tarif sedikitnya 1.600 euro per hari atau sekitar Rp 18,7 juta. Bahkan, para demontran pun boleh menyewa situs purbakala itu.

    Para ahli arkeologi sejak lama menentang ide ini karena menurut mereka hal tersebut membahayakan kelestarian situs. Tapi Kementerian Kebudayaan Yunani menegaskan mereka akan memberlakukan persyaratan yang sangat ketat bagi para penyewa.

    Dalam situasi krisis, Yunani memang membutuhkan pemasukan tambahan segala sektor. Apalagi dana untuk pembiayaan publik terus menipis. Dikatakan, dana hasil penyewaan situs purbakala ini akan dipakai untuk merawat situs-situs tersebut.

    Yunani mendapatkan dana bailout dari Uni Eropa dan International Monetary Fund pada Mei 2010 lalu. Tapi saat ini mereka tengah berusaha untuk mendapatkan lagi bantuan serupa. Mereka juga mendekati para pemberi hutang agar berkenang memotong hutang mereka yang jumlahnya sangat besar.

    Beberapa puluh tahun terakhir hanya sedikit orang mendapatkan izin menggunakan Acropolis untuk kepentingan bisnis, terutama untuk pembuatan film dan iklan. Sedikit orang yang beruntung itu antara lain pembuat film keturunan Yunani-Kanada, Nia Vardalos, dan sutradara asal Amerika Serikat, Francis Ford Coppola.

    AFP | PHILIPUS PARERA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.