Kim Jong Il Meninggal karena Stroke dan Diabetes

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pelajar Korea Selatan mengabadikan lukisan Kim Jong Ill dalam sebuah pameran lukisan di Seoul beberapa waktu lalu. Lee Jin-man/AP

    Seorang pelajar Korea Selatan mengabadikan lukisan Kim Jong Ill dalam sebuah pameran lukisan di Seoul beberapa waktu lalu. Lee Jin-man/AP

    TEMPO.CO , Pyeongyang - Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Il, 69 tahun, meninggal dunia pada Senin, 19 Desember 2011. Kim mangkat setelah bertahan dari penyakit stroke yang dideritanya sejak 3 tahun lalu. Selain stroke, Jong Il juga menderita diabetes dan jantung. Semasa hidupnya Jong Il dikenal sebagai perokok berat, penggemar cerutu, minuman keras, dan makanan manis.

    Kematian Kim Jong Il diumumkan oleh televisi negara pagi tadi. Pria kelahiran Vyatskoye, Rusia, ini telah 17 tahun memimpin Korea Utara, menggantikan ayahnya Kim Il Sung yang wafat pada 1994. Karier politiknya dimulai sejak 1980, ketika dia memimpin Kongres Partai Komunis Korea Utara yang keenam.

    Saat itu Jong Il menjabat sebagai pemimpin tertinggi di Politbiro, Komisi Milter dan Sekretariat Partai. Februari 1982, saat Kim menjadi salah satu anggota dari 7 perwakilan tertinggi rakyat Korea Utara, dunia telah menyaksikan sepak terjangnya sebagai pemimpin.

    Pria kelahiran Baekdu, 16 Februari 1942, ini mendapat julukan "Pemimpin Kesayangan" atau "chinaehaneun jidoja" dari rakyatnya. Ia merupakan putra pertama dari istri pertama Kim Il Sung, Kim Jong Suk. Kim tidak memiliki saudara kandung, tapi ia memiliki seorang adik tiri bernama Kim Pyong Il.

    Sadar akan kondisi tubuhnya yang tidak lagi sehat, pada September tahun lalu Kim Jong Il telah menunjuk putra ketiganya dari Istri kedua, Kim Jong Eun, untuk menggantikan dirinya. Meski menderita penyakit berat, beberapa bulan lalu Kim dan koleganya diketahui masih mengunjungi Cina dan Rusia. Dalam beberapa gambar yang diperoleh media, Kim membawa serta putranya Kim Jong Eun untuk diperkenalkan.

    CHETA NILAWATY | NEWYORK TIMES | WIKIPEDIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.