Militer Setuju Kabinet Mesir Mundur

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Massa anti-Mubarak membawa poster bergambar Mubarak di tali gantungan di luar kompleks Akademi Polisi Militer di Kairo, Mesir (3/8) saat berlangsungnya persidangan Husni Mubarak. Mubarak disidangkan atas tuduhan korupsi dan memerintahkan pembunuhan terhadap pengunjuk rasa saat berusaha menggulingkan dia. AP/Nasser Nasser

    Massa anti-Mubarak membawa poster bergambar Mubarak di tali gantungan di luar kompleks Akademi Polisi Militer di Kairo, Mesir (3/8) saat berlangsungnya persidangan Husni Mubarak. Mubarak disidangkan atas tuduhan korupsi dan memerintahkan pembunuhan terhadap pengunjuk rasa saat berusaha menggulingkan dia. AP/Nasser Nasser

    TEMPO Interaktif, KAIRO- Ketua Dewan Tertinggi Angkatan Bersenjata (SCAF) yang berkuasa di Mesir, Marsekal Mohamed Hussein Tantawi, pada Selasa 22 November 2011 malam  atau Rabu 23 November 2011 dini hari WIB, menyatakan menerima pengunduran diri kabinet Mesir yang dipimpin oleh Perdana Menteri Essam Sharaf.

    "SCAF menerima pengunduran diri kabinet, tetapi meminta PM Sharaf dan jajarannya untuk tetap menjalankan tugas-tugasnya hingga terbentuk kabinet baru," kata Tantawi dalam pidato yang disiarkan langsung oleh televisi dan radio setempat.

    Pidato penguasa Mesir itu dilakukan setelah pertemuan dengan kekuatan politik, termasuk Ikhwanul Muslimin, di tengah aksi unjuk rasa sejuta demonstran di Bundaran Tahrir, pusat kota Kairo dan sejumlah kota di negeri piramida itu.

    Tantawi menyatakan, pemilihan parlemen tetap akan dilaksanakan sesuai jadwal, yaitu pada 28 November pekan depan. Pemilihan presiden akan dilangsungkan sebelum akhir Juni 2012.

    PM Sharaf pada Senin 21 November 2011 mengajukan pengunduran diri kabinet kepada SCAF akibat desakan dari pemrotes yang melancarkan aksinya sejak Sabtu 19 November 2011,

    Aksi protes tersebut menewaskan sedikitnya 35 orang akibat bentrokan antara pengunjuk rasa dan aparat keamanan di Bundaran Tahrir dan sejumlah kota seperti di Iskandariyah, Ismailiah, Suez, Mansourah dan Souhag.

    Marsekal Tantawi kembali membantah rumor bahwa tentara berusaha mempertahankan kekuasaan dengan mengulur-ulur waktu pemilihan umum.

    "Militer tetap pada sikap semula bahwa tidak akan mempertahankan kekuasaan dan senantiasa akan mematuhi konstitusi untuk menyerahkan kekuasaan kepada sipil sesuai pilihan rakyat," katanya.

    SCAF mengambil alih kekuasaan menyusul pengunduran diri Presiden Hosni Mubarak pada 11 Februari lalu.

    Tantawi menegaskan bahwa tentara tidak akan berpihak kepada individu atau kelompok tertentu, tetapi bekerja sesuai amanat konstitusi. SCAF juga menyatakan penyesalan atas bentrokan antara aparat keamanan dan demonstran yang menelan korban jiwa.

    WDA |AP | ANT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.