News Corp Diduga Retas Komputer Pesaing di Amerika  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • REUTERS/Olivia Harris

    REUTERS/Olivia Harris

    TEMPO Interaktif, New York - Biro Penyelidik Federal Amerika Serikat (FBI) diminta memperluas penyelidikan terhadap kemungkinan penyadapan telepon di Amerika Serikat oleh segelintir individu atau lembaga yang terkait dengan News Corp milik Rupert Murdoch.

    Senator dari Partai Demokrat, Frank Lautenberg, meminta Departemen Kehakiman dan FBI memeriksa kasus sengketa antara anak perusahaan News Corp yang berbasis di Connecticut, News America Marketing, dn perusahaan pemasaran Floorgraphics Inc. Floorgraphics menuding perusahaan pesaing meretas sistem komputer mereka 11 kali pada 2003 dan 2004 untuk meraih keuntungan bisnis.

    "Saya ingin saudara-saudara menyadari betul kasus Floorgraphics dan News America karena itu mungkin relevan dengan penyelidikan saudara-saudara sekalian," tulis Lautenberg kepada Jaksa Agung Amerika Serikat Eric Holder dan Kepala FBI Robert Mueller dalam surat yang dikirim pada Rabu, 20 Juli 2011.

    FBI saat ini sedang menyelidiki dugaan perwakilan Tabloid News of the World mencoba mencari akses ke rekaman suara telepon para korban tragedi 9 September 2011. Departemen Kehakiman Amerika Serikat sedang menelisik apakah dugaan suap kepada polisi Inggris bertentangan dengan Undang-Undang Praktek Pidana Luar Negeri.

    Surat dari Lautenberg dikirim bersamaan dengan desakan dari Senator Barbara Boxer dan Jay Rockefeller yang meminta kepada Komite Penyelia Editorial di Dow Jones yang dimiliki News Corp terkait kemungkinan penyadapan dilakukan di Amerika Serikat

    Komite tersebut dibentuk ketika News Corp membeli Wall Street Journal pada 2007. Komite itu memiliki kewenangan mendapatkan akses ke "seluruh buku, catatan, fasilitas, dan personel" di News Corp. Komite tersebut pernah meminta informasi serupa terkait Les Hinton, yang mengelola koran-koran News Corp di Inggris sebelum menjadi Chief Executive Dow Jones.

    Setelah kehilangan beberapa kontrak dari perusahaan pelanggan mereka, Floorgraphics menggugat News America pada 2004. Dalam gugatan tersebut, News America diduga "menyerang FGI (Floorgraphics Inc) secara langsung dengan membobol sistem komputer FGI untuk mendapatkan informasi kontrak-kontrak masa depan dan masa lalu FGI; dan secara ilegal mengambil dokumen-dokumen FGI".

    Kasus tersebut selesai pada 2009 dan News Corp membeli Floorgraphics dengan nilai yang tidak disebutkan. Dalam 2 tahun terakhir, News Corp telah menggelontorkan lebih dari US$ 500 juta untuk menyelesaikan tuduhan terkait kasus-kasus persaingan tidak sehat.

    Jumlah uang tersebut menunjukkan langkah-langkah yang dilakukan News Corp untuk menyelesaikan masalah hukum. "Di seluruh dunia, penyelesaian di luar hukum terkait litigasi sipil ataupun masalah sipil sudah biasa dilakukan," ujar Deputy Chief Operating Officer James Murdoch dalam sidang di parlemen Inggris.

    Pengacara yang mewakili FGI menolak berkomentar terkait kasus mereka dengan News America. Pendiri FGI George Rebh tidak merespons permintaan wawancara.

    News Corp menolak berkomentar terkait kasus yang melibatkan mereka dengan FGI. Namun, sebelumnya News Corp membantah tuduhan tersebut.

    FINANCIALTIMES| KODRAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar Lengkap Hari Libur Nasional dan Catatan Tentang Cuti Bersama 2022

    Sebanyak 16 hari libur nasional telah ditetapkan oleh pemerintah. Sedangkan untuk cuti bersama dan pergesera libur akan disesuaikan dengan kondisi.