Salah Operasi, Dokter Gantung Diri

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Alexander Reading (kiri) dan garasi dimana ia melakukan bunuh diri. Foto: dailymail.co.uk

    Alexander Reading (kiri) dan garasi dimana ia melakukan bunuh diri. Foto: dailymail.co.uk

    TEMPO Interaktif, London - Seorang ahli bedah terkemuka gantung diri setelah "diganggu rasa bersalah" menyusul kesalahan operasi yang dia dilakukan.

    Alexander Reading, 45 tahun, salah seorang dokter bedah tulang dan trauma terkemuka Inggris, merupakan seorang "perfeksionis" yang menyalahkan dirinya karena kesalahan klinis ringan selama operasi.

    Pasien mengalami kondisi yang buruk setelah operasi dan Reading merasa "tidak bisa hidup dengan apa yang dia lakukan".

    Tubuh dokter bedah itu ditemukan tergantung di garasi rumahnya yang seharga £ 700 ribu (Rp 9,7 miliar) di wilayah Grafton Flyford, Worcestershire.

    Istrinya, Sarah, mantan perawat, menemukan tubuh Reading dan tetangga mengatakan mereka mendengar "jeritan" pada Rabu pagi itu.

    Teman-temannya menggambarkan ayah dari dua anak itu sebagai "perfeksionis" yang telah memenangi penghargaan untuk karya rintisannya dalam penggantian pinggul. Namun, ia disebut tidak tahan menanggung kesalahan.

    Seorang kolega Reading, sama-sama dari Royal College of Surgeons, mengatakan: "Ada beberapa rumor yang beredar kuat bahwa Alex terganggu rasa bersalah atas kondisi pasien."

    "Tampaknya dia merasa bertanggung jawab atas kesalahan selama operasi yang menyebabkan pasien dalam kondisi sangat buruk."

    "Tidak jelas apa kesalahan itu atau apa yang terjadi kepada pasien. Tapi,  pasti hal serius bagi Alex untuk melakukan apa yang dia lakukan."

    "Dia dan Sarah selalu tampak seperti pasangan yang bahagia dan penuh kasih. Sungguh tragis apa yang telah terjadi dan semua orang sangat marah," tutur koleganya itu.

    General Medical Council (GMC) tidak menyelidiki tindakan Reading.

    DAILY MAIL | ERWIN Z


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.