Xanana Sesalkan Kebijakan Australia di Timor Leste

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Dili:Presiden Republik Demokrat Timor Leste Xanana Gusmao merasa malu dan prihatin dengan sikap pemerintah Australia yang menutup kantor kedutaan sepekan ini, disusul kemudian perintah terhadap warga Australia agar meninggalkan negara tersebut. Dalih dari Australia adalah adanya ancaman teroris internasional. "Sebagai Presiden negara ini, saya merasa sangat malu dengan sikap pemerintah Australia yang selalu merasa tidak aman karena ada ancaman dari teroris, meskipun sudah dijaga ketat pasukan PBB. Dan saya juga merasa sedih kenapa pemerintah Australia tega mengambil sikap seperti itu," kata Xanana di Dili. Senin (16/9). Inilah reaksi resmi pertama pemerintah Timor Leste terhadap kebijakan Australia yang memerintahkan warganya meninggalkan negara kecil tersebut kemarin, setelah awal pekan lalu menutup kantor kedutaan besar. Padahal, di masa silam, Australia amat dekat dengan para pejuang kemerdekaan Timor Leste termasuk Menteri Luar Negeri Ramos Horta. Xanana sendiri mengaku tidak ada diberitahu Australia soal ancaman teroris itu, Mereka mestinya memberitahu pada saya karena mendapat ancaman dari luar, sehingga kita bisa mencari jalan keluarnya," tegas Xanana. Yang membuat dia makin sedih adalah hadirnya sejumlah tank-tank milik Negeri Kanguru itu di Dili. Show of force seperti itu menggambarkan bahwa Timor Leste kini belum aman. Ini yang membuat saya sangat merasa prihatin, katanya lagi. Ia menuduh menilai sikap Australia itu tidak mencerminkan realitas dari situasi nasional di Timor Leste saat ini. Apa maksud dibalik semua ini? Seolah-olah Australia sudah tidak menghargai Timor Leste sebagai sebuah negara merdeka, tegasnya. Dia juga menyayangkan sikap Duta Besar Australia, Paul Foley, yang tidak menghadiri undangan Presiden Xanana dalam pertemuan dengan para duta besar beberapa hari lalu. Kala itu hanya Dubes Australia yang tidak hadir. Dari informasi melalui telepon ke sekretaris saya, beliau mengatakan ketidakhadirannya karena pemerintah Timor Leste tidak menjamin keamanannya untuk mengikuti pertemuan tersebut, jelas Xanana. (Alexandre Assis Tempo News Room)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.