Dua WNI Didakwa Menyelundupkan Hewan Langka

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Dua pelaut asal Indonesia didakwa oleh pengadilan Singapura menyelundupkan burung kakak tua dan telur penyu laut yang dilindungi. Tjoeng Tiam Loy, 47 tahun, dan Tang Eng Jong, 60 tahun, tertangkap pada Jumat dini hari, pekan lalu, saat kapal ikan mereka digeledah petugas bea cukai di pelabuhan ikan Jurong. Penggeledahan dilakukan setelah petugas mendapat mendapat informasi rahasia. Saat petugas sampai di lokasi, mereka dan 6 orang lainnya sedang memindahkan burung-burung dan telur penyu, bersamaan dengan 120 kotak berisi ikan segar. Di situ, petugas menemukan 26 burung kakak tua, beberapa di antaranya jenis yang terancam punah, serta 120 kg telur penyu laut, yang semuanya berasal dari Indonesia. Harga keseluruhan burung kakak tua itu diperkirakan mencapai 8.000 dolar AS, yang disembunyikan di bagian dalam kapal. Sementara, ribuan telur penyu yang diperkirakan berharga 4000 dolar AS ditutupi dengan tumpukan ikan. Jika terbukti bersalah, tiap orang bisa dikenai denda hingga 5000 dolar AS, dan hukuman penjara hingga satu tahun. Telur penyu laut ini diduga akan dijual di restoran-restoran Singapura, sementara burung kakak tua akan dijual bagi pecinta burung. Meski dilarang, tindakan penyelundupan memang terus terjadi. Tahun lalu, ada 39 kasus penyelundupan dengan 300 binatang, 136 merupakan jenis burung. Beberapa jenis binatang lain yang diselundupkan adalah kodok, ular dan penyu. Bulan lalu, seorang berkebangsaan India dikenai denda maksimum 5000 dolar AS, dan dipenjara selama 8 pekan karena mencoba menyelundupkan lebih dari 1000 kura-kura bintang yang terancam punah. Harga keseluruhan kura-kura itu diperkirakan 54.000 dolar AS. Penangkapan itu merupakan yang terbesar yang pernah terjadi di bandara udara Changi, Singapura, tahun ini. Kura-kura itu telah dikembalikan ke India. (Budi Riza--Tempo News Room/Strait Times)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.