Assange: Saya Bukan Predator Seks

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Julian Assange. AP/Lefteris Pitarakis

    Julian Assange. AP/Lefteris Pitarakis

    TEMPO Interaktif, London - Pendiri situs pembocor dokumen rahasia, WikiLeaks, Julian Assange tengah dibidik atas tuduhan kejahatan seksual di Swedia. Dia diklaim melakukan kejahatan secara seksual terhadap dua perempuan di Swedia. 

    Assange berang dengan dengan tuduhan ini. "Saya bukan predator seksual, saya hanya suka perempuan," kata dia seperti dikutip dari laman Daily Mail, Rabu (22/12). 

    Ketika ditanya, sudah berapa perempuan yang Anda tiduri, Assange mengatakan itu urusan pribadi. "Seorang pria tidak akan mengatakannya, seorang pria tidak suka membicarakan kehidupan pribadinya, dan tidak pernah menghitung," ujarnya. 

    Assange mengatakan sebelum kasus kejahatan seksual yang dituduhkan ini, dia belum pernah bermasalah dengan seorang perempuan. "Perempuan sangat baik dan membantu saya," kata dia. 

    Tuduhan kejahatan seksual bagi Assange adalah perkosaan atau pencabulan terhadap dua perempuan berumur 30 tahunan di Swedia pada saat ia menggelar konferensi di sana pada Agustus lalu. Ketika itu Assange disebut-sebut berhubungan intim dengan dua perempuan dalam tempo empat hari.

    "Assange hendak diadili karena berhubungan seks tanpa kondom," demikian seperti dilansir media Inggris, The Daily Mail beberapa waktu lalu. Salah satu perempuan itu adalah seorang anggota panitia penyelenggara konferensi yang dihadiri Assange di Stockholm. Perempuan A, begitu media menyebutnya, bekerja sebagai Partai Sosial Demokrat di sana.

    "Mereka belum pernah bertemu sebelumnya," demikian Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang dirilis The Daily Mail. Perempuan A ini, yang mengaku kagum kepada pendiri WikiLeaks itu, kemudian menawari Assange untuk menginap di rumahnya di Sodermain, Stockholm. Keduanya lalu pergi makan malam dan ketika pulang, hubungan intim pun terjadi.

    "Tapi ada masalah dengan kondom," demikian seperti dimuat di BAP. "Perempuan A menuduh Assange sengaja. Assange mengatakan kondomnya lepas begitu saja." Tak lama keduanya berbaikan dan perempuan A ini datang ke seminar Assange keesokan harinya. Di seminar ini rupanya Assange kesengsem dengan perempuan B, yang berambut blonde.

    Seperti juga perempuan A, cewek B mengaku nge-fan berat dengan Assange, yang baru saja mengunggah dokumen Perang Afganistan ke laman situs WikiLeaks. "Dia keren, berani, dan mempesona," kata cewek B itu kepada polisi. Belakangan hubungan itu berlanjut. "Cewek ini agak mencurigakan," kata seorang teman Assange.

    Meski begitu, hubungan keduanya kian akrab. Seperti juga bersama perempuan A, Assange pun tidur dengan cewek B. Malah keduanya tidur di kamar tempat Assange pernah berhubungan intim dengan perempuan A, dua hari sebelumnya. Lama-kelamaan hubungan itu, kata cewek B, tak lagi menggairahkan. "Dia lebih peduli dengan komputernya," tuturnya.

    Lalu entah bagaimana kisahnya, cewek B ini bisa mengontak perempuan A. Selanjutnya, keluarlah tuduhan pelecehan seksual itu. Belakangan jaksa senior di sana mengatakan tak ada tanda-tanda pelecehan seksual, apalagi pemerkosaan. Cuma, setelah kawat diplomatik itu membuat heboh dunia, kasus Assange kembali dibuka, dan ia pun diburu.  

    PGR 






     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.