Assange Cemas Diekstradisi ke Amerika Serikat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Julian Assange. REUTERS/Stefan Wermuth

    Julian Assange. REUTERS/Stefan Wermuth

    TEMPO Interaktif, Ellingham - Pendiri WikiLeaks, Julian Assange, mengatakan dirinya menjadi saaran suatu penyelidikan yang agresif Amerika Serikat dan takut diekstradisi ke Amerika “semakin mungkin”.

    Pakar jejaring komputer berusia 39 tahun asal Australia, yang oleh pemerintah Swedia ingin mempertanyakan dugaan pelanggaran kejahatan seskual, telah membuat marah Amerika Aserikat karena merilis puluhan ribu kabel diplomatik rahasia di situsnya dan bersama koran-koran sejagat memperkuat dampak pengungkapan-pengungkapan tersebut.

    Berbicara kepada para wartawan dari rumah sementaranya di negeri Inggris dimana dia dibebaskan pekan ini dengan uang tebusan, Jum'at (17/12) waktu Inggris (dinihari tadi WIB), Assange tidak bisa menjejaki atas tuduhan apa yang mungkin harus dihadapinya.

    Dia mengecam apa yang disebutnya sebagai kampanye kotor terhadapnya dan dia menduga bakal ada lebih banyak upaya buat menodai namanya.

    “Risiko yang selalu kita khawatirkan selanjutnya adalah ekstradisi ke Amerika Serikat dan tampaknya makin serius dan makin mungkin (terjadi),” imbuh Assange kepada wartawan di lingkungan bawah tanah di sebuah rumah di Inggris timur dimana dia harus menghabiskan Natal dan malam Tahun Baru.

    Saat ditanya apakah dia menghadapi suatu konspirasi Amerika Serikat, Assange menjawab, “Saya akan katakan bahwa ada sebuah penyelidikan agresif. Banyak menghadapi kehilangan beberapa orang, dan karir orang mencuat dengan mengejar kasus-kasus terkenal.”

    Pengadilan Tinggi Inggris memutuskan Assange bebas dengan jaminan 200 ribu pounds, Kamis (16/12). Hakim Pengadilan Tinggi Duncan Ouseley juga mengubah beberapa persyaratan bebas yang ditetapkan hakim pengadilan negeri pada Selasa lalu.

    Yang pasti Jaksa Agung Amerika Serikat Eric Holder menyebutkan pemerintah telah memutuskan penggunaan Undang-undang Spionase Amerika Serikat. Berdasarkan UU itu, adalah tindakan ilegal untuk mendapatkan informasi pertahanan nasional untuk dipakai membahayakan Amerika Serikat, sebagaimana UU yang lain menuntut pelepasan informasi sensitif pemerintah oleh WikiLeaks.

    Reuters | dwi a


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.